Hasto Sampaikan 8 Syarat Kebangkitan Kepemimpinan Indonesia bagi Dunia
Rabu, 09 Maret 2022 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Syarat ketiga, adanya kepemimpinan strategis yang memadukan antara kepemimpinan ideologis yang memberikan arah, dengan kepemimpinan teknokratis yang menghadirkan kepemimpinan intelektual dalam agenda strategis guna membangun rasa percaya diri bangsa untuk percaya pada kekuatan sendiri.
Keempat, tersedia konsepsi pola pembangunan dalam perspektif jangka pendek, menengah, dan panjang. Konsep ini menjadi guideline policy dari seluruh penyelenggaran negara di dalam mewujudkan cita-cita nasionalnya.
Kelima, pendidikan dan kebudayaan ditempatkan sebagai lambang supremasi kemajuan. Di sini perguruan tinggi harus menjadi motor kemajuan.
Keenam, kata Hasto, adalah penguasaan ilmu-ilmu dasar seperti matematika, kimia, fisika, dan biologi dengan berbagai variannya. “Ini bersifat wajib dan harus dipacu pengembangannya secara progresif. Disini kehadiran BRIN harus memperkuat budaya riset dan inovasi menjadi kultur bangsa,” kata Hasto.
Ketujuh, adanya sinergi koneksitas antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan Badan usaha miliki swasta. Yakni dengan mendorong budaya berprestasi, merit system di dalam mempercepat kemajuan menjadi bangsa yang berdikari.
Namun di atas segalanya, Hasto mengatakan ada syarat kedelapan. Bahwa bangsa Indonesia harus berani meletakkan nasib bangsa dan nasib Tanah Air di tangan bangsa sendiri. Sebab hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendirilah yang dapat berdiri dengan kuatnya.
Keempat, tersedia konsepsi pola pembangunan dalam perspektif jangka pendek, menengah, dan panjang. Konsep ini menjadi guideline policy dari seluruh penyelenggaran negara di dalam mewujudkan cita-cita nasionalnya.
Kelima, pendidikan dan kebudayaan ditempatkan sebagai lambang supremasi kemajuan. Di sini perguruan tinggi harus menjadi motor kemajuan.
Keenam, kata Hasto, adalah penguasaan ilmu-ilmu dasar seperti matematika, kimia, fisika, dan biologi dengan berbagai variannya. “Ini bersifat wajib dan harus dipacu pengembangannya secara progresif. Disini kehadiran BRIN harus memperkuat budaya riset dan inovasi menjadi kultur bangsa,” kata Hasto.
Ketujuh, adanya sinergi koneksitas antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan Badan usaha miliki swasta. Yakni dengan mendorong budaya berprestasi, merit system di dalam mempercepat kemajuan menjadi bangsa yang berdikari.
Namun di atas segalanya, Hasto mengatakan ada syarat kedelapan. Bahwa bangsa Indonesia harus berani meletakkan nasib bangsa dan nasib Tanah Air di tangan bangsa sendiri. Sebab hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendirilah yang dapat berdiri dengan kuatnya.
Lihat Juga :