Patuhi One Gate Policy, 429 Jamaah Umrah asal Solo Diberangkatkan dari Jakarta
Selasa, 08 Maret 2022 - 16:43 WIB
loading...
ABT Travel memberangkatkan 429 jamaah umrah dengan mematuhi one gate policy. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 429 jamaah umrah diberangkat ke Tanah Suci melalui Program Join Umrah Community (JUC) pada 2 Maret 2022. Meski sebagian besar berasal dari Solo tapi pemberangkatan dari Jakarta karena kebijakan one gate policy (OGP) masih berlaku.
"Ini merupakan komitmen dari ABT Travel untuk tetap mematuhi kebijakan OGP yang sudah ditetapkan pemerintah," kata Direktur Utama PT Arsy Buana Travelindo (ABT Travel), Saipul Bahri dalam keterangan resminya, Selasa (8/3/2022).
Kemenag telah menetapkan prosedur OGP sebagai kebijakan dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah di masa pandemi. Skemanya adalah setiap jamaah yang akan berangkat dikumpulkan terlebih dahulu di Asrama Haji Pondok Gede untuk dikarantina dan tes PCR. Begitu pun pada saat kepulangan, jamaah yang selesai beribadah dan sudah kembali ke Tanah Air, menjalani karantina dan tes PCR di Asrama Haji Pondok Gede.
Dengan prosedur OGP, kondisi kesehatan jemaah dapat terpantau dan dapat dilakukan pencegahan awal jika ada jamaah yang terinfeksi virus. "Kelangsungan bisnis umrah akan terus terjaga, jika seluruh pihak disiplin dan konsisten dalam menerapkan kebijakan protokol kesehatan dan kebijakan OGP," kata Saipul.
"Ini merupakan komitmen dari ABT Travel untuk tetap mematuhi kebijakan OGP yang sudah ditetapkan pemerintah," kata Direktur Utama PT Arsy Buana Travelindo (ABT Travel), Saipul Bahri dalam keterangan resminya, Selasa (8/3/2022).
Kemenag telah menetapkan prosedur OGP sebagai kebijakan dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah di masa pandemi. Skemanya adalah setiap jamaah yang akan berangkat dikumpulkan terlebih dahulu di Asrama Haji Pondok Gede untuk dikarantina dan tes PCR. Begitu pun pada saat kepulangan, jamaah yang selesai beribadah dan sudah kembali ke Tanah Air, menjalani karantina dan tes PCR di Asrama Haji Pondok Gede.
Dengan prosedur OGP, kondisi kesehatan jemaah dapat terpantau dan dapat dilakukan pencegahan awal jika ada jamaah yang terinfeksi virus. "Kelangsungan bisnis umrah akan terus terjaga, jika seluruh pihak disiplin dan konsisten dalam menerapkan kebijakan protokol kesehatan dan kebijakan OGP," kata Saipul.
Lihat Juga :