PAN Disebut Masuk Kabinet, Begini Hubungannya dengan Isu Penundaan Pemilu
Selasa, 08 Maret 2022 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Hal yang sama diungkapkan pengamat politik dari Universitas Nurdin Hamzah Jambi Pahrudin HM. Dia melihat PAN adalah kekuatan politik yang baru bergabung. Wajar saja kalau PAN diproyeksikan masuk kabinet.
"Bagi saya ini sesuatu yang wajar sebagai konsekuensi gabungnya PAN dalam gerbong pemerintah. Satu sisi ini sebagai 'pengikat' PAN agar selalu bersama dalam barisan pemerintah," ujar Pahrudin.
Dia melihat, hal ini adalah reward bagi PAN. Bagi PAN sendiri ini bukan hal baru karena di periode pertama Jokowi PAN juga masuk kabinet lewat reshuffle. "Masuknya PAN dalam kabinet tidak terkait dengan penguatan wacana penundaan pemilu 2024. Tidak ada alasan yang kuat untuk menunda pemilu 2024," tegas Pahrudin.
Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Mencederai Amanat Reformasi
Bagi Pahrudin, secara politis wacannna penundaan Peemilu 2024 telah terkubur. Setidaknya dua partai besar telah tegas menyatakan penolakan,yaitu PDIP dan Gerindra.
"Ditambah lagi besarnya (73 persen) suara publik yang menolak penundaan pemilu, plus perpanjangan jabatan presiden. Proyeksi masuknya PAN dalam kabinet lebih pada pengikat dan reward bagi PAN yang terbukti konsisten dalam menyuarakan kepentingan pemerintah, bersama koalisi lainnya," jelas Pahrudin.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai PAN sangat pantas masuk kabinet apabila Presiden melaksanakan reshuffle.
"Bagi saya ini sesuatu yang wajar sebagai konsekuensi gabungnya PAN dalam gerbong pemerintah. Satu sisi ini sebagai 'pengikat' PAN agar selalu bersama dalam barisan pemerintah," ujar Pahrudin.
Dia melihat, hal ini adalah reward bagi PAN. Bagi PAN sendiri ini bukan hal baru karena di periode pertama Jokowi PAN juga masuk kabinet lewat reshuffle. "Masuknya PAN dalam kabinet tidak terkait dengan penguatan wacana penundaan pemilu 2024. Tidak ada alasan yang kuat untuk menunda pemilu 2024," tegas Pahrudin.
Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Mencederai Amanat Reformasi
Bagi Pahrudin, secara politis wacannna penundaan Peemilu 2024 telah terkubur. Setidaknya dua partai besar telah tegas menyatakan penolakan,yaitu PDIP dan Gerindra.
"Ditambah lagi besarnya (73 persen) suara publik yang menolak penundaan pemilu, plus perpanjangan jabatan presiden. Proyeksi masuknya PAN dalam kabinet lebih pada pengikat dan reward bagi PAN yang terbukti konsisten dalam menyuarakan kepentingan pemerintah, bersama koalisi lainnya," jelas Pahrudin.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai PAN sangat pantas masuk kabinet apabila Presiden melaksanakan reshuffle.
Lihat Juga :