PBNU Gerakkan Potensi Ekonomi Berbasis Sawit
Rabu, 02 Maret 2022 - 16:33 WIB
loading...
Ketua PBNU Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Arif Rahmansyah Marbun. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Rangkaian Harlah ke-99 Nahdlatul Ulama (NU) akan dilangsungkan di Palembang, Sumatera Selatan, pada 3-5 Maret 2022. Dalam kegiatan ini, PBNU mengambil fokus pada optimalisasi pendampingan petani sawit berkelanjutan.
"Ada beberapa fokus agenda. Antara lain temu tani kelapa sawit NU, temu UMKM, dan halaqah pengendalian iklim, rehabilitasi lingkungan dan lahan. Kami mengambil tagline semangat Lestari Alamnya, Sejahtera Petaninya," kata Ketua PBNU Arif Rahmansyah Marbun dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/3/2022).
Temu tani kelapa sawit dan beberapa seri halaqah akan mempertemukan para petani sawit langsung dengan berbagai pemangku kebijakan. Hal ini diniatkan sebagai upaya rembug bersama untuk mencari solusi permasalahan-permasalahan aktual yang dihadapi petani sawit.
Baca juga: Harlah NU Gelar Sejumlah Kegiatan dari Perubahan Iklim hingga Reforma Agraria
"Harapannya, tata kelola perkebunan sawit rakyat dapat lebih menyentuh kearifan lokal dan berkelanjutan. Sehingga praktik pendampingan di lapangan lebih efektif, optimal, dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani sawit," katanya.
Temu tani kelapa sawit dan halaqah juga dimaksudkan sebagai forum dialog produktif yang bisa menyelaraskan isu-isu kebijakan atau regulasi dengan kebutuhan para petani. Dengan temu tani ini, PBNU sekaligus ingin memastikan kehadiran pemerintah dalam memperbaiki tata kelola perkebunan sawit yang prorakyat.
"Ada beberapa fokus agenda. Antara lain temu tani kelapa sawit NU, temu UMKM, dan halaqah pengendalian iklim, rehabilitasi lingkungan dan lahan. Kami mengambil tagline semangat Lestari Alamnya, Sejahtera Petaninya," kata Ketua PBNU Arif Rahmansyah Marbun dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/3/2022).
Temu tani kelapa sawit dan beberapa seri halaqah akan mempertemukan para petani sawit langsung dengan berbagai pemangku kebijakan. Hal ini diniatkan sebagai upaya rembug bersama untuk mencari solusi permasalahan-permasalahan aktual yang dihadapi petani sawit.
Baca juga: Harlah NU Gelar Sejumlah Kegiatan dari Perubahan Iklim hingga Reforma Agraria
"Harapannya, tata kelola perkebunan sawit rakyat dapat lebih menyentuh kearifan lokal dan berkelanjutan. Sehingga praktik pendampingan di lapangan lebih efektif, optimal, dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani sawit," katanya.
Temu tani kelapa sawit dan halaqah juga dimaksudkan sebagai forum dialog produktif yang bisa menyelaraskan isu-isu kebijakan atau regulasi dengan kebutuhan para petani. Dengan temu tani ini, PBNU sekaligus ingin memastikan kehadiran pemerintah dalam memperbaiki tata kelola perkebunan sawit yang prorakyat.
Lihat Juga :