Jokowi Imbau TNI-Polri Tak Sembarangan Undang Penceramah, KSAD Dudung Beri Respons Begini
Rabu, 02 Maret 2022 - 14:58 WIB
loading...
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan, jangan sampai pemahaman yang tidak bagus sampai ke keluarga besar kita. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan, jangan sampai pemahaman yang tidak bagus sampai ke keluarga besar kita. Hal itu disampaikan KSAD Dudung terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal keluarga besar TNI dan Polri agar tidak sembarang memanggil penceramah atas dasar demokrasi.
Baca juga: Jenderal Dudung Perkenalkan Ambulans Roda Tiga TNI AD, Seperti Ini Penampakannya
"Kami mengingatkan kepada para Pangdam para Danrem jangan sampai salah salah memilih atau mengundang orang penceramah yang kemudian orang itu sudah terpapar radikalisme," kata Dudung kepada awak media sebelum Rapim TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Rapim TNI AD 2022, Jenderal Dudung Soroti Radikalisme, Pangan dan Situasi Papua
"Sehingga jangan sampai pemahaman pemahaman yang tidak bagus itu nyampe ke keluarga besar kita," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada keluarga besar TNI dan Polri agar tidak sembarang memanggil penceramah atas dasar demokrasi. TNI dan Polri beserta keluarga harus menjaga kedisplinannya.
"Hati-hati ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinannya harus sama. Enggak bisa ibu-ibu memanggil, ngumpulin ibu-ibu yang lain, manggil penceramah semaunya atas nama demokrasi. Sekali lagi di tentara, polisi, enggak bisa seperti itu, harus dikoordinir secara kesatuan," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara pembukaan rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri 2022, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa (1/3/2022).
Jokowi menegaskan, kehati-hatian tersebut, perlu diperhatikan agar keluarga TNI dan Polri tidak salah dalam memanggil penceramah. Selain itu juga, keluarga TNI dan Polri harus menjaga sikap saat melakukan chatting di grup WhatsApp.
"Makro-mikro harus kita urus juga, Tahu-tahu undang penceramah radikal, nah hati-hati. Juga hal kecil-kecil tapi harus mulai didisiplinkan, di WA group. Saya lihat di WA grup, kalau di kalangan sendiri boleh, hati-hati. Kalau dibolehkan dan kalau diterus-teruskan hati-hati," tuturnya.
Baca juga: Jenderal Dudung Perkenalkan Ambulans Roda Tiga TNI AD, Seperti Ini Penampakannya
"Kami mengingatkan kepada para Pangdam para Danrem jangan sampai salah salah memilih atau mengundang orang penceramah yang kemudian orang itu sudah terpapar radikalisme," kata Dudung kepada awak media sebelum Rapim TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Rapim TNI AD 2022, Jenderal Dudung Soroti Radikalisme, Pangan dan Situasi Papua
"Sehingga jangan sampai pemahaman pemahaman yang tidak bagus itu nyampe ke keluarga besar kita," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada keluarga besar TNI dan Polri agar tidak sembarang memanggil penceramah atas dasar demokrasi. TNI dan Polri beserta keluarga harus menjaga kedisplinannya.
"Hati-hati ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinannya harus sama. Enggak bisa ibu-ibu memanggil, ngumpulin ibu-ibu yang lain, manggil penceramah semaunya atas nama demokrasi. Sekali lagi di tentara, polisi, enggak bisa seperti itu, harus dikoordinir secara kesatuan," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara pembukaan rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri 2022, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa (1/3/2022).
Jokowi menegaskan, kehati-hatian tersebut, perlu diperhatikan agar keluarga TNI dan Polri tidak salah dalam memanggil penceramah. Selain itu juga, keluarga TNI dan Polri harus menjaga sikap saat melakukan chatting di grup WhatsApp.
"Makro-mikro harus kita urus juga, Tahu-tahu undang penceramah radikal, nah hati-hati. Juga hal kecil-kecil tapi harus mulai didisiplinkan, di WA group. Saya lihat di WA grup, kalau di kalangan sendiri boleh, hati-hati. Kalau dibolehkan dan kalau diterus-teruskan hati-hati," tuturnya.
(maf)
Lihat Juga :