Komitmen Moeldoko soal Jangan Usik Budaya Indonesia Diapresiasi
Sabtu, 26 Februari 2022 - 21:46 WIB
loading...
A
A
A
Dia melanjutkan, pesan Moeldoko ini mengingatkan kepada seorang ulama yang mengharamkan wayang. "Jelas ustaz itu tidak paham sejarah Islam Indonesia, sehingga dengan ringan memberi label haram pada budaya kita," tegasnya.
Irfaan mengilustrasikan, sejatinya para wali (ulama) kita terdahulu mengutamakan diplomasi budaya daripada menggunakan label halal-haram yang hitam-putih.
"Sunan Kalijaga misalnya, wayang menjadi media dakwah yang ramah dan asyik. Sehingga masyarakat lambat laun menganut agama Islam. Sebab itu, masyarakat Indonesia didominasi penganut Islam. Karena Islam dikenal rahmahnya, bukan marahnya," jelasnya.
Dia menegaskan, syiar Islam dapat ditegakkan dengan cara santun, beradab, dan damai melalui budaya. "Islam sangat menghormati adat istiadat atau budaya. Maka tak heran kalau terdapat kaidah ushul fikih yang menyatakan al-'adah muhakkamah," ucapnya.
"Artinya, adat istiadat bisa menjadi sumber hukum dalam Islam. Maka siapa saja yang mengharam-haramkan adat istiadat atau budaya kita, memang dia tidak paham dan tidak mengaji," pungkasnya.
Irfaan mengilustrasikan, sejatinya para wali (ulama) kita terdahulu mengutamakan diplomasi budaya daripada menggunakan label halal-haram yang hitam-putih.
"Sunan Kalijaga misalnya, wayang menjadi media dakwah yang ramah dan asyik. Sehingga masyarakat lambat laun menganut agama Islam. Sebab itu, masyarakat Indonesia didominasi penganut Islam. Karena Islam dikenal rahmahnya, bukan marahnya," jelasnya.
Dia menegaskan, syiar Islam dapat ditegakkan dengan cara santun, beradab, dan damai melalui budaya. "Islam sangat menghormati adat istiadat atau budaya. Maka tak heran kalau terdapat kaidah ushul fikih yang menyatakan al-'adah muhakkamah," ucapnya.
"Artinya, adat istiadat bisa menjadi sumber hukum dalam Islam. Maka siapa saja yang mengharam-haramkan adat istiadat atau budaya kita, memang dia tidak paham dan tidak mengaji," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :