Wakil Ketua MPR: Persiapkan Generasi Muda Agar Mampu Menjawab Tantangan Zaman
Rabu, 16 Februari 2022 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Loncatan teknologi yang terjadi saat ini, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, mengubah pola berperilaku dan komunikasi manusia di era ini sehingga, seluruh elemen tidak boleh mengabaikan perkembangan teknologi yang terjadi ini. Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu menyebut, sejak terjadi krisis global, pandemi Covid-19 mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran tertinggi di usia produktif. ”Berbagai perubahan itu mendorong kita secara bersama sebagai anak bangsa mempersiapkan generasi milenial agar memiliki kemampuan dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju,” ucapnya.
Baca juga: Bernyali Besar! Kopral Ini Tolak Gagasan Prabowo Subianto
Guru Besar Manajemen FEB Universitas Airlangga, Badri Munir Sukoco berpendapat perlu kerja keras bagi bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju karena membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kondisi pandemi Covid-19 dan rendahnya relevansi tenaga kerja terhadap lapangan kerja yang tersedia, ujar Badri, menyebabkan pertambahan angka pengangguran saat ini.
Salah satu upaya agar tenaga kerja mampu terserap, menurut Badri, adalah dengan melakukan transformasi ekonomi lewat dua hal yaitu peningkatan kualitas SDM dan menetapkan sejumlah sektor untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi agar mampu tumbuh di atas 10%. ”Karena, untuk menjadi negara maju, bangsa Indonesia harus mampu masuk pada kelompok negara dengan high income yang berciri memiliki industri services 69,70% yang sangat mengandalkan kualitas SDM yang tinggi,” katanya.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengonfirmasi bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada kalangan muda. Hal itu, terungkap pada meningkatnya klaim Jaminan Hari Tua (JHT) pada pekerja milenial yang mengundurkan diri dan terkena PHK di masa pandemi. “Di masa pandemi ini terjadi shifting pasar kerja dari sektor formal ke sektor informal. Para pekerja yang keluar dari sektor formal saat ini belum masuk kembali ke sistem perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.
Baca juga: Bernyali Besar! Kopral Ini Tolak Gagasan Prabowo Subianto
Guru Besar Manajemen FEB Universitas Airlangga, Badri Munir Sukoco berpendapat perlu kerja keras bagi bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju karena membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kondisi pandemi Covid-19 dan rendahnya relevansi tenaga kerja terhadap lapangan kerja yang tersedia, ujar Badri, menyebabkan pertambahan angka pengangguran saat ini.
Salah satu upaya agar tenaga kerja mampu terserap, menurut Badri, adalah dengan melakukan transformasi ekonomi lewat dua hal yaitu peningkatan kualitas SDM dan menetapkan sejumlah sektor untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi agar mampu tumbuh di atas 10%. ”Karena, untuk menjadi negara maju, bangsa Indonesia harus mampu masuk pada kelompok negara dengan high income yang berciri memiliki industri services 69,70% yang sangat mengandalkan kualitas SDM yang tinggi,” katanya.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengonfirmasi bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada kalangan muda. Hal itu, terungkap pada meningkatnya klaim Jaminan Hari Tua (JHT) pada pekerja milenial yang mengundurkan diri dan terkena PHK di masa pandemi. “Di masa pandemi ini terjadi shifting pasar kerja dari sektor formal ke sektor informal. Para pekerja yang keluar dari sektor formal saat ini belum masuk kembali ke sistem perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.
Lihat Juga :