16.811 Warga Ketapang Kalimantan Terdampak Banjir
Minggu, 13 Februari 2022 - 23:10 WIB
loading...
Sebanyak 16.811 jiwa dari 4.679 Kepala Keluarga (KK) warga Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terdampak banjir. Foto: Dok BPBD Ketapang
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 16.811 jiwa dari 4.679 Kepala Keluarga (KK) warga Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang , Kalimantan Barat, terdampak banjir . Bencana banjir melanda permukiman warga dengan ketinggian antara 15-120 cm.
Baca juga: Diguyur Hujan Semalaman, 11 Desa di Pali Terendam Banjir
Banjir yang merendam enam desa itu dilaporkan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut pada Sabtu (12/2/2022) pukul 01.00 waktu setempat. Desa yang terdampak adalah Desa Balai Pinang, Desa Kualan Hilir, Desa Kualan Tengah, Desa Semandang Kiri, Desa Semandang Hulu, dan Desa Botuh Bosi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang mencatat kurang lebih 2.228 unit rumah terdampak. Di samping itu, sebanyak 1 unit fasilitas pendidikan dan 12 unit fasilitas umum terdampak banjir.
"Tidak ada laporan warga mengungsi akibat kejadian tersebut," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (13/2/2022).
Baca juga: Mencekam! ASN Lempar Bom Molotov saat Bupati Ketapang Lantik Pejabat
BPBD Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan perangkat desa, TNI/Polri, dan relawan setempat untuk melakukan kaji cepat dan pendataan kemungkinan wilayah terdampak lainnya.
Baca juga: Diguyur Hujan Semalaman, 11 Desa di Pali Terendam Banjir
Banjir yang merendam enam desa itu dilaporkan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut pada Sabtu (12/2/2022) pukul 01.00 waktu setempat. Desa yang terdampak adalah Desa Balai Pinang, Desa Kualan Hilir, Desa Kualan Tengah, Desa Semandang Kiri, Desa Semandang Hulu, dan Desa Botuh Bosi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang mencatat kurang lebih 2.228 unit rumah terdampak. Di samping itu, sebanyak 1 unit fasilitas pendidikan dan 12 unit fasilitas umum terdampak banjir.
"Tidak ada laporan warga mengungsi akibat kejadian tersebut," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (13/2/2022).
Baca juga: Mencekam! ASN Lempar Bom Molotov saat Bupati Ketapang Lantik Pejabat
BPBD Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan perangkat desa, TNI/Polri, dan relawan setempat untuk melakukan kaji cepat dan pendataan kemungkinan wilayah terdampak lainnya.
Lihat Juga :