PDIP Peringati Harlah NU, Gus Yahya: Ini Namanya Gayung Bersambut
Sabtu, 12 Februari 2022 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Karena, kata dia, sekarang inilah momentum yang dirasakan paling kuat yang menjadi kebutuhan. “Bukan hanya kebutuhan domestik di lingkungan bangsa negara kita sendiri saja, tapi dalam lingkup global untuk membangun kerja sama yang luas bagi perjuangan masa depan peradaban yang lebih baik, lebih mulia, lebih aman, lebih sejahtera bagi semua orang,” ujar Gus Yahya.
Apalagi, kata Gus Yahya, ingin mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama didirikan dengan visi semacam itu karena ini dilingkupi oleh suasana yang menjadi kesadaran bersama dari seluruh bangsa. “Sebetulnya seluruh pemimpin pada waktu itu, pemimpun kita pemimpin Islam maupun yang lain, bahwa peradaban sudah berubah, dunia sudah berubah, dan kita harus memperjuangkan kedudukan kita sendiri sebagai satu bangsa di tengah-tengah pergulatan peradapan untuk manusia ini,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, saat itu bangsa Indonesia masih dijajah. “Dan bangsa Indonesia harus membuat klaim tentang kedudukan yang setara yang semartabat di depan bangsa-bangsa lainnya,” ungkap Gus Yahya.
Apalagi, kata Gus Yahya, ingin mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama didirikan dengan visi semacam itu karena ini dilingkupi oleh suasana yang menjadi kesadaran bersama dari seluruh bangsa. “Sebetulnya seluruh pemimpin pada waktu itu, pemimpun kita pemimpin Islam maupun yang lain, bahwa peradaban sudah berubah, dunia sudah berubah, dan kita harus memperjuangkan kedudukan kita sendiri sebagai satu bangsa di tengah-tengah pergulatan peradapan untuk manusia ini,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, saat itu bangsa Indonesia masih dijajah. “Dan bangsa Indonesia harus membuat klaim tentang kedudukan yang setara yang semartabat di depan bangsa-bangsa lainnya,” ungkap Gus Yahya.
(rca)
Lihat Juga :