Maruarar: Mega dan Hasto Terbukti Catatkan Sejarah Kemenangan PDIP
Jum'at, 12 Juni 2020 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, TMP sangat taat ideologi dan organsiasi sehingga semua kegiatan TMP dipastikan atas seizin partai, baik di DPD maupun DPC. Bahkan ketika diundang untuk menjadi pembicara pun, Maruarar selalu minta izin sama Sekjen.
TMP akan memperingati Bulan Bung Karno dengan webinar bertema Jas Merah yang merupakan singkatan dari "jangan sekali-kali melupakan sejarah," sebagaimana Pidato Bung Karno.
Menurut dia, Megawati dan Hasto juga sudah membuat sejarah. Belum ada partai pasca Reformasi yang bisa menang dua kali berturut-turut, selain PDIP. "Ibu Mega dan Sekjen sudah terbukti membuat dan catatkan sejarah. Dua kali Pilpres menang dan dua kali Pileg menang," ungkap Maruarar.
Dia menegaskan, seluruh kader TMP siap menjalankan arahan dan perintah partai. "Kita pastikan semua kader-kader TMP loyal dan komitmen pada partai," ujarnya.
Selama ini TMP membangun kebersamaan dan gotong-royong dalam mengelola organisasi serta gembira dalam melakukan kerja-kerja ideologi. Maruarar mengakui bahwa masih banyak kekurangan dalam mengurus TMP. Misalnya, saat ini TMP baru bisa menjalankan arahan Megawati untuk melakukan gotong-royong di 10 provinsi.
"Kalau ada kekurangan TMP, itu tanggungjawab saya. Bukan tanggung jawab siapa-siapa," tegas Ara.
TMP akan memperingati Bulan Bung Karno dengan webinar bertema Jas Merah yang merupakan singkatan dari "jangan sekali-kali melupakan sejarah," sebagaimana Pidato Bung Karno.
Menurut dia, Megawati dan Hasto juga sudah membuat sejarah. Belum ada partai pasca Reformasi yang bisa menang dua kali berturut-turut, selain PDIP. "Ibu Mega dan Sekjen sudah terbukti membuat dan catatkan sejarah. Dua kali Pilpres menang dan dua kali Pileg menang," ungkap Maruarar.
Dia menegaskan, seluruh kader TMP siap menjalankan arahan dan perintah partai. "Kita pastikan semua kader-kader TMP loyal dan komitmen pada partai," ujarnya.
Selama ini TMP membangun kebersamaan dan gotong-royong dalam mengelola organisasi serta gembira dalam melakukan kerja-kerja ideologi. Maruarar mengakui bahwa masih banyak kekurangan dalam mengurus TMP. Misalnya, saat ini TMP baru bisa menjalankan arahan Megawati untuk melakukan gotong-royong di 10 provinsi.
"Kalau ada kekurangan TMP, itu tanggungjawab saya. Bukan tanggung jawab siapa-siapa," tegas Ara.
Lihat Juga :