Jabat Pangkostrad, Mayjen Maruli Simanjuntak Kendalikan 40.000 Prajurit TNI AD Siap Tempur
Senin, 31 Januari 2022 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Edy, jumlah anggota Kostrad itu masih kurang sekitar 14.000 personel. Sebab, jumlah ideal untuk bisa menjalankan tugas secara efektif sekitar 46.000 orang. "Tahun 2019 sudah bisa terpenuhi jumlah tersebut," kata Edy Rahmayadi kepada media pada 20 Desember 2017.
Puluhan ribu anggota Kostrad itu tersebar di tiga divisi infanteri. Masing-masing Divisi Infanteri 1/Kostrad yang berada di Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat; Divisi Infanteri 2/Kostrad di Singosari, Malang, Jawa Timur; dan Divisi Infanteri 3/Kostrad di Bonomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan. Sementara Markas Pusat Kostrad berada di Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Baca juga: Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad
Setiap prajurit Kostrad memiliki ciri khusus, yakni menggunakan Brevet Cakra. Penggunaan Brevet ini didasarkan petunjuk pelaksanaan Panglima Kostrad Nomor: Juklak/1/III/2016 tanggal 15 Maret 2016 tentang ketentuan pemberian dan penggunaan Brevet Cakra bagi personel militer Kostrad.
Untuk mendapatkan Brevet Cakra, calon anggota Kostrad wajib mengikuti latihan Cakra yang digelar secara terpusat. Mereka digembleng selama lebih kurang 3 bulan yang dilaksanakan dalam 3 tahap. Tahap I atau dasar, calon prajurit Kostrad mengikuti latihan selama 7 minggu di Cilodong, Depok. Setelah dinyatakan lolos, mereka mengikuti Tahap II atau tahap hutan gunung selama 3 minggu di daerah Jati Luhur, Latihan Kostrad Gunung Sanggabuana dan Tegalwaru, Karawang. Sedangkan Tahap III atau tahap rawa laut digelar selama 2 minggu di Pantai Cileuteuh Palampang, Sukabumi, Jawa Barat.
Latihan Cakra ini merupakan bentuk standardisasi latihan yang dilakukan Kostrad untuk mendapatkan prajurit berkemampuan khusus, yakni mahir dalam menembak dan berperang.
Puluhan ribu anggota Kostrad itu tersebar di tiga divisi infanteri. Masing-masing Divisi Infanteri 1/Kostrad yang berada di Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat; Divisi Infanteri 2/Kostrad di Singosari, Malang, Jawa Timur; dan Divisi Infanteri 3/Kostrad di Bonomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan. Sementara Markas Pusat Kostrad berada di Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Baca juga: Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad
Setiap prajurit Kostrad memiliki ciri khusus, yakni menggunakan Brevet Cakra. Penggunaan Brevet ini didasarkan petunjuk pelaksanaan Panglima Kostrad Nomor: Juklak/1/III/2016 tanggal 15 Maret 2016 tentang ketentuan pemberian dan penggunaan Brevet Cakra bagi personel militer Kostrad.
Untuk mendapatkan Brevet Cakra, calon anggota Kostrad wajib mengikuti latihan Cakra yang digelar secara terpusat. Mereka digembleng selama lebih kurang 3 bulan yang dilaksanakan dalam 3 tahap. Tahap I atau dasar, calon prajurit Kostrad mengikuti latihan selama 7 minggu di Cilodong, Depok. Setelah dinyatakan lolos, mereka mengikuti Tahap II atau tahap hutan gunung selama 3 minggu di daerah Jati Luhur, Latihan Kostrad Gunung Sanggabuana dan Tegalwaru, Karawang. Sedangkan Tahap III atau tahap rawa laut digelar selama 2 minggu di Pantai Cileuteuh Palampang, Sukabumi, Jawa Barat.
Latihan Cakra ini merupakan bentuk standardisasi latihan yang dilakukan Kostrad untuk mendapatkan prajurit berkemampuan khusus, yakni mahir dalam menembak dan berperang.
(abd)
Lihat Juga :