Membangun Otot TNI AL

Sabtu, 29 Januari 2022 - 09:39 WIB
loading...
Membangun Otot TNI AL
Menhan Prabowo Subianto/FOTO/Sindonews
A A A
"Insya Allah dalam waktu yang bisa kelihatan bahwa TNI akan menjadi sangat kuat di Asia Tenggara, Angkatan Laut kita akan kembali jaya di samudera."

Sekilas, pernyataan yang disampaikan Prabowo Subianto dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Kamis (27/1) biasa-biasa saja. Apalagi dalam kapasitas sebagai menteri pertahanan yang memang harus menyampaikan apa yang telah dan akan dilakukan untuk membangun kekuatan Indonesia, dalam hal ini alutsista TNI.

Di lingkup Asia Tenggara (Asean) TNI secara tradisional juga menempati posisi nomor satu atau terkuat. Posisi ini diteguhkan situs Global Fire Power 2022 yang diterbitkan pertengahan Januari ini. Pun di level global, kekuatan TNI bahkan naik peringkat, menjadi nomor 15. Posisinya mengungguli Jerman, Australia dan Israel. Postur TNI AL tentu menjadi variabel signifkan dalam pembentukan kekuatanTNI.

Lantas apa yang perlu digarisbawahi? Ada dua kalimat yang perlu mendapat perhatian, yakni ‘TNI akan menjadi sangat kuat di Asia Tenggara’ dan ‘Angkatan Laut kita akan kembali jaya di samudera’. Penggalan pertama menunjukkan penekanan TNI akan jauh lebih kuat dari kapasitas saat ini vis- a-vis negara ASEAN, sedangkan penggalan kedua mengingatkan memori tentang era kejayaan TNI AL di era 60-an. Saat itu TNI AL menjelma sebagai paling terkuat di bumi bagian selatan.

Bila dibanding dengan menteri pertahanan sebelumnya, apa yang disampaikan Prabowo mengandung tensi lebih, yakni komitmen sekaligus optimisme untuk menghadirkan postur TNI , khususnya TNI AL, yang jauh lebih berotot. Pesan tegas seperti inilah yang telah ditunggu masyarakat, terutama TNI AL.

Dalam momen yang sama, Prabowo bahkan membeberkan target yang akan dicapai dalam waktu dua tahun ke depan, yakni Indonesia bakal memiliki 50 kapal perang siap tempur. Belum jelas apakah hal dimaksud merujuk pada pembekalan terhadap kapal yang sudah ada hingga siap tempur, atau pembelian baru. Namun dia memastikan anggaran yang disebut terbesar sepanjang sejarah perjalanan Indonesia itu sudah disetujui Presiden Joko Widodo.

Berdasar data, termasuk yang digunakan Global Fire Power dalam memberikan penilaian, secara kuantitas kapal perang yang dimiliki TNI terbilang banyak. Secara keseluruhan jumlahnya mencapai 296 buah, terdiri atas kapal fregat sebanyak 7 unit, kapal korvet (24), kapal selam (4), kapal patroli (181), mine warfare (11).

Namun, bila diukur secara kualitas yang melibatkan sejumlah variabel seperti kecangguhan sistem rudal, sistem manajemen tempur, sistem pertahana udara, dan lainnya, tentu akan menimbulkan tanda tanya karena faktanya mayoritas kapal perang yang dimiliki TNI AL berusia tua.

Pembangunan kekuatan alutsista tentu harus mempertimbangkan perkembangan tekhnologi. Belum lagi ancaman kian meningkat, termasuk menghadapi agresivitas China di Indo Fasifik. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono telah menegaskan, bagi Indonesia memiliki kapal-kapal dengan teknologi modern bukan hanya kebutuhan tetapi sebuah keniscayaan, sebab ancaman yang harus dihadapi semakin kompleks.

Prabowo memahami betul dinamika lingkungan yang berkembang dan tantangan yang dihadapi Indonesia. Karena itu, kebijakan yang diambil sejak diamanahi sebagai menteri pertahanan tampak ambisius. Lihatlah bagaimana dia memborong enam kapal FREMM dari galangan Fincantieri Italia plus dua kapal bekas, Kelas Maestrale. Indonesia juga sudah teken kontrak untuk pembangunan dua kapal fregat dari Inggris, Arrowhead 140, yang bakal dibangun di PT PAL. Tidak hanya itu, negeri ini juga ancang-ancang mengakusisi kapal seram baru, dan membeli Fregat Mogami Kelas dari Jepang.

Pemenuhan kapal perang juga semakin banyak melibatkan galangan kapal dalam negeri. Teranyar pemerintah telah meresmikan KRI Golok-688 buatan PT Lindungi Industri Invest. Saat ini Indonesia juga sudah memulai pembangunan kapan Offshore Patrol Vessel (OPV) di galangan kapal dalam negeri, PT Daya Radar Utama (DRU), yang bekerja sama dengan perusahaan alutsista ternama dunia, Haveksan Turki dan Thales Belanda. Bukan hanya itu, PT PAL juga tengah meneruskan kontrak kapal cepat rudal (KCR) yang dilengkapi dengan sistem manajemen tempur atau CMS canggih dari Terma Denmark.

Alutsista memang sangat mahal. Misalnya, untuk pembelian 6 FREMM dari Italia, pemerintah harus menggelontorkan anggaran sebesar Rp72 triliun. Dana yang dibutuhkan sudah pasti akan berlipat ganda untuk kebutuhan pembelian dan pembangunan fregat lain, kapal selam, atau kapal perang yang ditarget mencapai 50 unit. Tentu pembayaran tidak sekaligus, tapi menggunakan skema long term. Namun, dana itu tidak berarti bila dibandingkan dengan kedaulatan yang harus dipertahankan. Si vis pacem para bellum, jika Indonesia ingin damai maka harus bersiap perang. Kekuatan TNI AL menjadi kunci untuk mewujudkan harapan tersebut.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Rekomendasi
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Brasil vs Maroko: Vinicius...
Brasil vs Maroko: Vinicius Junior Selamatkan Selecao dari Kekalahan
Berita Terkini
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved