BNPT Ungkap 600 Akun di Medsos Memuat Paham Terorisme

Selasa, 25 Januari 2022 - 14:46 WIB
loading...
BNPT Ungkap 600 Akun...
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) menyebutkan, terdapat ratusan akun di media sosial (medsos) terendus berpotensi mengandung paham terorisme. Hal ini dikatakan oleh Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Baca juga: Kepala BNPT Boy Rafli: Rutan Teroris Overload

Boy mengungkapkan, adapun pesan yang tersiar dari mulai propaganda hingga konten pelatihan terorisme.



"Kami mencatat setidaknya ada 600 akun berpotensi radikal," kata Boy Rafli dalam paparannya di rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR, Selasa (25/1/2022).

Boy memaparkan, akun tersebut diduga menyebarkan konten terorisme. Di antaranya; 650 konten propaganda, 409 konten umum dan informasi serangan, 147 konten anti-NKRI.

Kemudian 85 konten anti-Pancasila, 7 konten intoleran, dan 2 konten paham takfiri atau mengkafirkan, serta ada 13 konten berkaitan dengan pelatihan aksi terorisme.

Selanjutnya, ada 40 konten pendanaan terorisme. Dalam kaitan ini, jenderal bintang tiga itu menjelaskan, belakangan platform di dunia maya banyak dimanfaatkan untuk pendanaan aksi teror.

"Karena pendanaan terorisme di dunia maya ini dengan menggunakan platform yang ada cukup dominan akhir-akhir ini," ujarnya.

Kendati demikian, Boy memastikan, kepada Komisi III DPR bahwa BNPT telah melakukan sejumlah upaya mencegah penyebaran konten tersebut. Salah satunya dengan cara bekerja sama dengan berbagai institusi lain.

"Seluruhnya kami kerja sama dengan berbagai stakeholder yang ada apakah di kepolisian, BSSN, BIN, TNI, dan juga Kominfo," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Rekomendasi
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved