Soal Keamanan di Papua, Panglima TNI Andika Perkasa Relokasi Satgas
Senin, 24 Januari 2022 - 16:47 WIB
loading...
Suasana rapat kerja Panglima TNI Jenderal Andika dengan Komisi I DPR di Gedung Nusantara II Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022). Foto/Carlos Roy Fajarta/MPI
A
A
A
JAKARTA - Keberadaan Satgas TNI dalam mengatasi persoalan keamanan di Papua dan Papua Barat akan dilakukan penataan, sekaligus redefinisi. Hal ini ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.
Baca juga: Panglima TNI Ungkap Capaian MEF, Angkatan Darat Paling Tinggi
"Masalah yang menurut saya akan kita hadapi selamanya. Dalam arti sesuatu yang berhubungan dengan pikiran yang sangat dinamis dan harus dihadapi dengan sesuatu yang sustainable atau dilaksanakan dalam jangka panjang," ujar Panglima TNI dalam Rapat Kerja di Ruang Rapat Komisi I DPR Gedung Nusantara II Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).
Apalagi dengan kehadiran Inpres Nomor 9 Tahun 2020 yang lalu, kata Jenderal Andika, TNI mendapatkan mendapatkan mandat untuk membantu percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.
"Secara umum ada beberapa perubahan yang saya lakukan dalam rangka menghadapi dinamika permasalahan di sana secara jangka panjang. Yaitu dengan mengembalikan tugas-tugas atau operasi yang ada di Papua dan Papua Barat menjadi bagian tugas-tugas dan operasi satuan organik," jelasnya.
Baca juga: Panglima TNI Ungkap Capaian MEF, Angkatan Darat Paling Tinggi
"Masalah yang menurut saya akan kita hadapi selamanya. Dalam arti sesuatu yang berhubungan dengan pikiran yang sangat dinamis dan harus dihadapi dengan sesuatu yang sustainable atau dilaksanakan dalam jangka panjang," ujar Panglima TNI dalam Rapat Kerja di Ruang Rapat Komisi I DPR Gedung Nusantara II Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).
Apalagi dengan kehadiran Inpres Nomor 9 Tahun 2020 yang lalu, kata Jenderal Andika, TNI mendapatkan mendapatkan mandat untuk membantu percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.
"Secara umum ada beberapa perubahan yang saya lakukan dalam rangka menghadapi dinamika permasalahan di sana secara jangka panjang. Yaitu dengan mengembalikan tugas-tugas atau operasi yang ada di Papua dan Papua Barat menjadi bagian tugas-tugas dan operasi satuan organik," jelasnya.
Lihat Juga :