Kasus Covid-19 Tembus 3.000 Kasus, Kasatgas: Libur Nataru dan PPLN Penyebabnya
Minggu, 23 Januari 2022 - 15:51 WIB
loading...
Kasatgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut peningkatan kasus hingga tembus 3.000 kasus Sabtu (22/1) kemarin diakibatkan pasca Libur Nataru. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Satgas (Kasatgas) Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut peningkatan kasus hingga tembus 3.000 kasus Sabtu (22/1) kemarin diakibatkan pasca Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) . Selain itu, banyaknya Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
"Dua-duanya (Nataru dan PPLN) menjadi penyebab," ujar Suharyanto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (23/1/2022). Baca juga: Klaim Rumah Sakit untuk Biaya Pasien COVID-19 di Jabar Tembus Rp11,781 Triliun
Suharyanto mengatakan pihaknya terus-menerus menegakkan protokol kesehatan. Selain itu, pengetatan pintu masuk Indonesia pun menjadi langkah Satgas Penanganan Covid-19.
"Penegakan secara terus menerus terkait protokol kesehatan, program perubahan perilaku serta pengetatan pintu pintu masuk ke Indonesia baik lewat udara, laut, maupun darat," jelasnya.
Lebih lanjut, Suharyanto mengimbau masyarakat tetap pakai masker dalam segala bentuk aktivitas. Ia pun meminta agar masyarakat menunda berpergian ke luar negeri.
"Dua-duanya (Nataru dan PPLN) menjadi penyebab," ujar Suharyanto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (23/1/2022). Baca juga: Klaim Rumah Sakit untuk Biaya Pasien COVID-19 di Jabar Tembus Rp11,781 Triliun
Suharyanto mengatakan pihaknya terus-menerus menegakkan protokol kesehatan. Selain itu, pengetatan pintu masuk Indonesia pun menjadi langkah Satgas Penanganan Covid-19.
"Penegakan secara terus menerus terkait protokol kesehatan, program perubahan perilaku serta pengetatan pintu pintu masuk ke Indonesia baik lewat udara, laut, maupun darat," jelasnya.
Lebih lanjut, Suharyanto mengimbau masyarakat tetap pakai masker dalam segala bentuk aktivitas. Ia pun meminta agar masyarakat menunda berpergian ke luar negeri.
Lihat Juga :