Jenderal Andika Kawal Kasus Pengeroyokan Prajurit TNI hingga Tewas di Penjaringan
Senin, 17 Januari 2022 - 19:35 WIB
loading...
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa akan mengawal kasus pengeroyokan berujung pada kematian yang menimpa Pratu Sahdi. FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa angkat bicara terkait kasus pengeroyokan berujung pada kematian yang menimpa Pratu Sahdi. Prajurit TNI AD itu dikeroyok orang tak dikenal di Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (16/1/2022).
Menurut Andika, pihaknya akan mengawal sampai dengan tuntas kasus tersebut. "Kita akan kawal. Jadi untuk tim penyidik TNI sudah berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara dan kami terus memonitor," kata Andika di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).
Panglima TNI menuturkan, meskipun pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian, namun kasus itu tidak akan diintervensi. Menurut Andika, sampai dengan saat ini pelaku yang sudah diamankan berjumlah 3 orang. "Kami tetap tidak intervensi karena jangan sampai, sejauh ini kelihatannya sudah ada kemajuan, sudah ada 3 yang berhasil ditangkap," katanya.
Andika menuturkan, TNI sampai sekarang masih menunggu perkembangan kasus ini lebih lanjut. Jenderal bintang empat itu pun menginginkan keadilan dari kasus ini lantaran telah hilangnya nyawa prajurit TNI AD.
Menurut Andika, pihaknya akan mengawal sampai dengan tuntas kasus tersebut. "Kita akan kawal. Jadi untuk tim penyidik TNI sudah berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara dan kami terus memonitor," kata Andika di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).
Panglima TNI menuturkan, meskipun pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian, namun kasus itu tidak akan diintervensi. Menurut Andika, sampai dengan saat ini pelaku yang sudah diamankan berjumlah 3 orang. "Kami tetap tidak intervensi karena jangan sampai, sejauh ini kelihatannya sudah ada kemajuan, sudah ada 3 yang berhasil ditangkap," katanya.
Andika menuturkan, TNI sampai sekarang masih menunggu perkembangan kasus ini lebih lanjut. Jenderal bintang empat itu pun menginginkan keadilan dari kasus ini lantaran telah hilangnya nyawa prajurit TNI AD.
Lihat Juga :