RI-Australia Dinilai Perlu Bangun Manajemen Kebencanaan di Kawasan Pasifik

Sabtu, 15 Januari 2022 - 08:08 WIB
loading...
RI-Australia Dinilai Perlu Bangun Manajemen Kebencanaan di Kawasan Pasifik
KSP Moeldoko saat bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (13/1/2022). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Indonesia dinilai perlu membangun kerja sama dengan Australia di bidang manajemen kebencanaan terutama di Kawasan Pasifik. Hal ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams, di Gedung Bina Graha, Jakarta.

Baca juga: Fenomena Gempa, Bencana yang Sudah Dikabarkan Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an

"Waktu saya menjabat sebagai Panglima TNI, saya memberikan usulan untuk perlunya kerja sama dalam bentuk latihan bersama dalam konteks disaster," kata Moeldoko dalam keterangannya, Sabtu (15/1/2022).

Baca juga: Curah Hujan di Bogor Meningkat Tajam Januari-Februari, Waspadai Bencana

Menurut Panglima TNI periode tahun 2013-2015 itu, kerja sama di bidang manajemen kebencanaan perlu dikembangkan di kawasan Pasifik karena arus lalu lintas yang cukup kuat dan padat.

"Banyak kapal asing yang melintas di perairan ini dan kita ada di lintas laut yang setiap saat punya potensi bencana. Tapi sayangnya kerja sama di bidang ini belum sempat dilakukan," ucapnya.



Dalam pertemuan tersebut, Moeldoko juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Australia atas bantuan di bidang pendidikan, penanganan stunting di Indonesia, dan bantuan kesehatan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

Hubungan bilateral Australia dengan Indonesia telah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia dan semakin diperkuat oleh Kemitraan Strategis Komprehensif 2018.

Dalam bidang pertahanan, kedua negara telah melaksanakan Foreign and Defense Ministers’ Meeting (2+2 Dialogue) sejak tahun 2011. Dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara membahas isu strategis, hubungan bilateral maupun perkembangan regional dan internasional.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1205 seconds (10.177#12.26)