Kala SBY dan Prabowo Saling Hormat Ketika Bertemu di Unhan
Kamis, 13 Januari 2022 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sambutannya, Rektor Unhan RI Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian mengatakan, Terawan dinilai mampu menciptakan dan merumuskan pertahanan kesehatan nasional melalui sebuah teori yang terkait dengan metode 'cuci otak' pada penderita stroke. Brain washing ini bukan cuci otak yang selama ini dipahami masyarakat, melainkan endovaskular treatment atau neurovaskular intervention yang mana teknik dasarnya adalah dsa (digital substraction angiography) yang berguna untuk diagnostik. Teori yang dikembangkan tersebut rupanya sudah diaplikasikan di Jerman dengan nama Terawan Theory.
"Teori yang dikembangkan sejak tahun 1990-an dapat mengurangi paparan radiasi dalam otak dan terbukti sampai saat banyak pasien yang tertolong dari serangan stoke," katanya.
Baca juga: Mantan Menkes Terawan Dapat Gelar Profesor Kehormatan Kedokteran Militer Unhan
Dalam sidang senat terbuka, Terawan memaparkan orasi ilmiah yang berjudul "Peran Kesehatan Militer dalam Mendukung Ketahanan Kesehatan Nasional". Menurutnya, seiring dengan majunya perkembangan ilmu dan teknologi menyebabkan terciptanya globalisasi dalam berbagai bidang. Hal ini membuat tantangan yang dihadapi menjadi semakin kompleks dan dapat berimplikasi pada pertahanan negara. Tantangan yang ada pada saat ini tidak hanya ancaman di bidang militer, namun juga ancaman pada bidang nonmiliter atau gabungan dari keduanya.
"Kesehatan militer merupakan bagian dari sistem pertahanan negara dalam menghadapi tantangan tersebut," katanya.
"Teori yang dikembangkan sejak tahun 1990-an dapat mengurangi paparan radiasi dalam otak dan terbukti sampai saat banyak pasien yang tertolong dari serangan stoke," katanya.
Baca juga: Mantan Menkes Terawan Dapat Gelar Profesor Kehormatan Kedokteran Militer Unhan
Dalam sidang senat terbuka, Terawan memaparkan orasi ilmiah yang berjudul "Peran Kesehatan Militer dalam Mendukung Ketahanan Kesehatan Nasional". Menurutnya, seiring dengan majunya perkembangan ilmu dan teknologi menyebabkan terciptanya globalisasi dalam berbagai bidang. Hal ini membuat tantangan yang dihadapi menjadi semakin kompleks dan dapat berimplikasi pada pertahanan negara. Tantangan yang ada pada saat ini tidak hanya ancaman di bidang militer, namun juga ancaman pada bidang nonmiliter atau gabungan dari keduanya.
"Kesehatan militer merupakan bagian dari sistem pertahanan negara dalam menghadapi tantangan tersebut," katanya.
(abd)
Lihat Juga :