Wali Kota Bekasi Tersangka Korupsi Proyek, Ketua KPK Sebut Modus Klasik
Jum'at, 07 Januari 2022 - 10:08 WIB
loading...
Penyidik KPK menunjukkan sejumlah barang bukti uang hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Gedung Merah Putih KPK Kuningan Jakarta. Kamis (6/1/2022). Foto/SINDOnews/Sutikno
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) telah menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya sebagai tersangka. Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya menjadi tersangka dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintahan Kota Bekasi.
Ketua KPK Firli Bahuri prihatin masih ada kepala daerah yang bermain proyek Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di 2022. Firli mengatakan, modus korupsi proyek pengadaan barang dan jasa sejak lama sudah kerap terjadi di berbagai daerah.
"Korupsi pada pengadaan barang dan jasa menjadi modus klasik yang melibatkan banyak pihak, dari rangkaian perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasannya," kata Firli saat menggelar konferensi pers yang ditayangkan melalui akun YouTube milik KPK RI, Jumat (7/1/2022).
Baca juga: Tertunduk Lesu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Dijemput Mobil Tahanan KPK
"Di mana, dampak akhirnya (korupsi proyek PBJ) adalah penurunan kualitas barang dan jasa yang dihasilkan sebagai produk pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.
Dirinya menuturkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di awal 2022 terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi itu merupakan salah satu ikhtiar lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi. Diketahui, penangkapan Rahmat Effendi merupakan OTT pertama KPK di 2022.
Ketua KPK Firli Bahuri prihatin masih ada kepala daerah yang bermain proyek Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di 2022. Firli mengatakan, modus korupsi proyek pengadaan barang dan jasa sejak lama sudah kerap terjadi di berbagai daerah.
"Korupsi pada pengadaan barang dan jasa menjadi modus klasik yang melibatkan banyak pihak, dari rangkaian perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasannya," kata Firli saat menggelar konferensi pers yang ditayangkan melalui akun YouTube milik KPK RI, Jumat (7/1/2022).
Baca juga: Tertunduk Lesu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Dijemput Mobil Tahanan KPK
"Di mana, dampak akhirnya (korupsi proyek PBJ) adalah penurunan kualitas barang dan jasa yang dihasilkan sebagai produk pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.
Dirinya menuturkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di awal 2022 terhadap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi itu merupakan salah satu ikhtiar lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi. Diketahui, penangkapan Rahmat Effendi merupakan OTT pertama KPK di 2022.
Lihat Juga :