Brigjen TNI Datangi Habib Bahar, Refly Harun Teringat Era Orde Baru yang Mencekam

Minggu, 02 Januari 2022 - 16:50 WIB
loading...
Brigjen TNI Datangi...
Refly Harun mengingatkan masuknya TNI ke ranah politik sipil adalah pengalaman buruk yang tidak boleh terulang lagi. Foto/youtube Refly Harun
A A A
JAKARTA - Video perdebatannya dengan Habib Bahar bin Smith membuat nama Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi sontak mencuat. Apa yang dilakukannya dengan mendatangi Habib Bahar di Bogor Jawa Barat menimbulkan kontroversi. Publik menilai Achmad Fauzi telah melampaui tugas dan wewenangnya.

Pengamat politik Refly Harun mengatakan, bila dibiarkan tindakan Brigjen Achmad Fauzi bisa mengembalikan masuknya TNI ke ranah politik sipil. Hal ini kembali mengingatkannya pada masa Orde Baru.

”Sekali TNI masuk ranah politik, masa susah bagi kita untuk menariknya keluar lagi. Pengalaman buruk kita pada era Orde Baru menunjukkan negara ini sangat mencekam salah satunya karena kita tidak bebas untuk berbicara. TNI atau ABRI pada saat itu bertugas sebagai centeng penguasa,” tutur Refly Harun dalam video di saluran Youtibe miliknya, Minggu (2/1/2022).

Baca juga: Danrem 061 Adu Mulut dengan Habib Bahar, Kapenrem: Jangan Menghina Jenderal Dudung

Refly mengatakan, pada masa itu masyarakat diliputi suasana ketakutan karena setiap kritik kepada penguasa langsung ditindak aparat TNI. Hal inilah yang dicegah agar tidak kembali ketika gelombang reformasi bergulir pada 1998. ”Kita tidak ingin TNI mendatangi warga sipil dan menakut-nakutinya,” kata Refly.

Dalam video yang beredar luas tersebut, Achmad Fauzi terlibat debat sengit dengan Habib Bahar disaksikan sejumlah orang. Perdebatan awalnya menyinggung soal pemanggilan Habib Bahar ke Polda Jawa Barat. Panggilan dilayangkan polisi terkait pernyataan Habib Bahar mengenai Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Achmad Fauzi menilai pernyataan Habib Bahar tersebut menyinggung institusi, menjelekkan KSAD, dan berpotensi meresahkankan masyarakat. Kapenrem 061/SK Mayor Inf Ermansyah menjelaskan bahwa tujuan Brigjen Achmad Fauzi tempat Habib Bahar untuk memberi imbauan agar ke depan ceramah Bahar tak lagi menyinggung insitusi TNI, terkhusus KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Baca juga: Profil Brigjen Achmad Fauzi, Jenderal Kopassus yang Datangi Habib Bahar

Menurut Refly, justru di sinilah permasalahannya. Bila memang pernyataan Habib Bahar yang dipersoalkan sudah ditangani polisi, tidak ada urgensinya TNI mendatangi Habib Bahar. Wajar bila kemudian masyarakat mempertanyakan tindakan Brigjen Achmad Fauzi.

”Memanggil terlapor, atau menjemput terlapor itu tugas polisi, bukan TNI. Lagi pula ini kan bukan hal yang besar. Ini kan masalah ringan, katakan penghinaan kalau memang dianggap menghina. Habib Bahar tidak menyebut institusi TNi tetap langsung nama Jenderal Dudung. Jadi ini kritik personal. Tetapi akhirnya kasusnya menjadi ujaran kebencian. Dan, kapolri sudah menegaskan bahwa kasus ujaran kebencian yang melapor adalah orang yang berkaitan langsung,” kata Refly.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Refly Harun Bicara Perlunya...
Refly Harun Bicara Perlunya Gali Informasi dari Kasmudjo di Kasus Ijazah Jokowi
Refly Harun: Jokowi...
Refly Harun: Jokowi Takut jika Polemik Ijazah Dibawa ke Persidangan
Polda Metro Jaya Akan...
Polda Metro Jaya Akan Limpahkan Perkara Roy Suryo Cs ke Kejaksaan, Refly: Pernyataan Normatif
Berkat Citizen Lawsuit,...
Berkat Citizen Lawsuit, Refly Harun Nilai Peluang P21 Kasus Ijazah Jokowi Kian Tipis
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Mutasi Polri Terbaru,...
Mutasi Polri Terbaru, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal Digeser Jadi Wakapolda NTT
Troya Temui Jaksa Peneliti...
Troya Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta, Refly: Mereka Belum Terima Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Berita Terkini
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved