Profil Singkat Ustaz Yusuf Mansur yang Masuk dalam Majelis Masyayikh Pesantren
Kamis, 30 Desember 2021 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
Yusuf Mansur dekat dengan agama sejak kecil. Dia disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dekat rumah. Setelah tamat, ia melanjutkan ke MTs Chairiyah Mansuriyah, lembaga pendidikan yang dikelola oleh keluarganya. Yusuf Mansur berhasil menamatkan pendidikan menengah pertamanya di usia cukup belia, yakni 14 tahun, sebagai siswa terbaik. Selanjutnya, Yusuf Mansur meneruskan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Grogol.
Baca juga: Kapitalisasinya Triliunan, Induk Koperasi Pesantren Diharapkan Jadi Holding
Suami Siti Maemunah ini pernah kuliah di Fakultas Hukum, Jurusan Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Sumber lain menyebut, Yusuf Mansur juga pernah kuliah di jurusan Informatika. Namun semuanya berhenti di tengah jalan alias tidak lulus.
Yusuf Mansur sempat mengalami masa suram. Usahanya bangkrut dan menyebabkannya memiliki utang hingga miliaran rupiah. Bahkan gara-gara itu pula, Yusuf Mansur pernah merasakan dinginnya hidup di penjara.
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Di dalam tahanan inilah Yusuf Mansur mendapatkan kesadaran untuk tidak mengulang apa yang pernah dilakukannya. Setelah bebas, ia menjalani hidup dari bawah dengan berjualan es di Terminal Kali Deres. Usahanya berkembang, dari keliling membawa termos, lalu memakai gerobak, hingga memiliki anak buah.
Hidup Yusuf Mansur mulai berubah setelah aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Di sela menjalani pekerjaannya, ayah dari Wirda Salamah Ulya dan Qumii Rahmatul Qulmul ini menulis buku berjudul Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku ini terinspirasi dari pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua.
Buku karya Yusuf Mansur mendapat sambutan positif. Ia kerap diundang untuk bedah buku. Dari sinilah undangan berceramah mulai menghampiri. Hampir di setiap ceramahnya, ia menekankan makna di balik sedekah lengkap dengan contoh-contoh dalam kehidupan nyata.
Baca juga: Kapitalisasinya Triliunan, Induk Koperasi Pesantren Diharapkan Jadi Holding
Suami Siti Maemunah ini pernah kuliah di Fakultas Hukum, Jurusan Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Sumber lain menyebut, Yusuf Mansur juga pernah kuliah di jurusan Informatika. Namun semuanya berhenti di tengah jalan alias tidak lulus.
Yusuf Mansur sempat mengalami masa suram. Usahanya bangkrut dan menyebabkannya memiliki utang hingga miliaran rupiah. Bahkan gara-gara itu pula, Yusuf Mansur pernah merasakan dinginnya hidup di penjara.
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Di dalam tahanan inilah Yusuf Mansur mendapatkan kesadaran untuk tidak mengulang apa yang pernah dilakukannya. Setelah bebas, ia menjalani hidup dari bawah dengan berjualan es di Terminal Kali Deres. Usahanya berkembang, dari keliling membawa termos, lalu memakai gerobak, hingga memiliki anak buah.
Hidup Yusuf Mansur mulai berubah setelah aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Di sela menjalani pekerjaannya, ayah dari Wirda Salamah Ulya dan Qumii Rahmatul Qulmul ini menulis buku berjudul Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku ini terinspirasi dari pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua.
Buku karya Yusuf Mansur mendapat sambutan positif. Ia kerap diundang untuk bedah buku. Dari sinilah undangan berceramah mulai menghampiri. Hampir di setiap ceramahnya, ia menekankan makna di balik sedekah lengkap dengan contoh-contoh dalam kehidupan nyata.
Lihat Juga :