Jelang Libur Nataru, Ganjar Ingatkan Masyarakat Waspada Omicron
Kamis, 23 Desember 2021 - 12:11 WIB
loading...
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan, sejak Omicron terdeteksi masuk Tanah Air pada 16 Desember 2021, pihaknya segera tes acak intens pasien Covid-19. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kasus penularan Covid-19 varian Omicron masih belum terdeteksi di Jawa Tengah (Jateng). Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan, sejak Omicron terdeteksi masuk ke Tanah Air pada 16 Desember 2021, pihaknya segera tes acak intens pasien Covid-19.
Baca juga: Tetap Perketat Prokes, Omicron Masih Belum Ada Obatnya
"Dengan whole genome sequence, dari perangkat yang kita miliki, sampai hari ini di Jawa Tengah belum ditemukan. Tapi kita mesti waspada," kata Ganjar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Varian Omicron Mulai Menyerang, Begini Cara Melawannya
Ganjar menjelaskan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru). Ganjar memprediksi, bakal ada 4,8 juta pemudik yang masuk Jateng pada libur Nataru.
"Makanya kita mesti hati-hati dan itu yang mau masuk ke Jawa Tengah juga kita cek," jelas Ganjar.
Menurutnya, tren kasus Covid-19 di Jateng terus membaik. Namun tren ini jangan sampai membuat masyarakat di Jawa Tengah menjadi abai terhadap protokol kesehatan.
"Dua tahun ini sangat melelahkan, saya paham betul. Dua tahun ini masyarakat ini merasa terkunci terkungkung. Tapi pandemi belum usai, kita tidak boleh patah semangat," ungkap Ganjar.
Baca juga: Tetap Perketat Prokes, Omicron Masih Belum Ada Obatnya
"Dengan whole genome sequence, dari perangkat yang kita miliki, sampai hari ini di Jawa Tengah belum ditemukan. Tapi kita mesti waspada," kata Ganjar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Varian Omicron Mulai Menyerang, Begini Cara Melawannya
Ganjar menjelaskan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru). Ganjar memprediksi, bakal ada 4,8 juta pemudik yang masuk Jateng pada libur Nataru.
"Makanya kita mesti hati-hati dan itu yang mau masuk ke Jawa Tengah juga kita cek," jelas Ganjar.
Menurutnya, tren kasus Covid-19 di Jateng terus membaik. Namun tren ini jangan sampai membuat masyarakat di Jawa Tengah menjadi abai terhadap protokol kesehatan.
"Dua tahun ini sangat melelahkan, saya paham betul. Dua tahun ini masyarakat ini merasa terkunci terkungkung. Tapi pandemi belum usai, kita tidak boleh patah semangat," ungkap Ganjar.
(maf)
Lihat Juga :