Pamsimas Hadirkan Air Minum bagi Jutaan Keluarga Indonesia

Senin, 20 Desember 2021 - 09:06 WIB
loading...
Pamsimas Hadirkan Air...
Foto: Doc. KemenPuPR
A A A
JAKARTA - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) merupakan program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pengelolaan. Program ini telah berlangsung selama 14 tahun dari Pamsimas I, II, III, dan berakhir pada 31 Desember 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam kegiatan acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Program Pamsimas 2021 pada November 2021 lalu mengatakan, bahwa program Pamsimas yang telah diimplementasikan mulai 2008 hingga saat ini, berhasil memberikan kontribusi capaian akses air minum kepada 23,57 juta jiwa dan sanitasi kepada 16,44 juta jiwa yang tersebar di 33 provinsi, 408 kabupaten/kota pada lebih dari 35.000 desa.

“Capaian ini melebihi target yang telah ditetapkan pada awal Program Pamsimas. Kita juga harus bersyukur, bahwa walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 kita masih dapat mencapai target yang telah ditetapkan, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam berbagai aspek pelaksanaan program,” ujar Basuki.

Program Pamsimas telah menjadi platform Nasional dalam pembangunan air minum dan sanitasi di Pedesaan. Program Pamsimas ini adalah program kolaboratif yang melibatkan berbagai stakeholder mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan masyarakat.



Program Pamsimas merupakan program inklusif yang melibatkan peran aktif masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pemeliharaan dan Program ini akan dikelola oleh masyarakat melalui Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air minum dan Sanitasi (KPSPAMS).

Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak ini tentunya merupakan hasil yang membanggakan, dan merupakan bukti hasil kerja keras semua pihak, mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, desa, masyarakat, termasuk juga dukungan dari Bank Dunia, Pemerintah Australia, Water.org, Baznas dan dunia usaha melalui dana CSR.

Salah satu aspek penting dari pembangunan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di perdesaan adalah memastikan keberlanjutannya. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan peran dan fungsi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) agar mampu mengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) terbangun dan menjaga keberlanjutannya melalui pelatihan, pendampingan dan pembinaan, khususnya dalam hal mengelola pembukuan, keuangan, operasional, dan pemeliharaan SPAMS.

Program Pamsimas juga meningkatkan kepedulian Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa untuk sektor air minum dan sanitasi serta meningkatkan jumlah kabupaten yang mereplikasi Program Pamsimas dengan dana APBD.

Pencapaian Program Pamsimas sangat membanggakan, namun masih banyak desa yang belum mendapatkan program Pamsimas oleh karena itu Pemerintah Desa dan Kabupaten sangat diharapkan untuk dapat mereplikasi program Pamsimas.

Pada 2021 ini merupakan tahun terakhir implementasi program Pamsimas III. Selanjutnya, Pemerintah Desa dan Kabupaten dapat melaksanakan pembinaan, pengembangan dan keberlanjutan SPAMS di wilayah masing-masing melalui:
a. Pengembangan SPAMS di desa-desa Pamsimas;
b. Perluasan SPAMS di luar desa-desa Pamsimas;
c. Pembinaan kelembagaan masyarakat yang berperan dalam pengelolaan, pengoperasian, dan pemeliharaan SPAMS terbangun untuk mendukung keberlanjutan program.

Dalam penyelenggaraannya, investasi Program Pamsimas tidak hanya berupa infrastruktur terbangun, melainkan juga berupa kegiatan pemberdayaan yang berbasis masyarakat seperti adanya Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), Kelompok Pengelola SPAMS Perdesaan (KPSPAMS), dan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan di tingkat Kabupaten dan Provinsi.

Pamsimas juga memiliki ribuan fasilitator dan tenaga pendamping tingkat kabupaten dan provinsi yang berperan sebagai pendamping masyarakat dan Pemda.
Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen menargetkan 100 persen akses air minum layak.

Berdasarkan data BPS 2020, akses air minum layak telah mencapai 90,21 persen.
Sehingga meskipun program Pamsimas III selesai pada tahun ini, namun upaya pengembangan Sistem Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) belum selesai. Dukungan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa dalam membina KPSPAMS sangat berperan penting dalam mencapai 100 persen akses air minum di desa. CM
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGU 190 Tahun Dibatalkan...
HGU 190 Tahun Dibatalkan MK, Pak Bas: Ahamdulillah, Sampai Sekarang Belum Ada Komplain Investor
Basuki Lapor Progres...
Basuki Lapor Progres IKN ke Istana, Persiapan Jadi Ibu Kota Politik 2028
Pak Bas Kirim Surat...
Pak Bas Kirim Surat Permohonan Konsultasi Perubahan Rencana Induk IKN ke DPR
Tertibkan 8 Warung,...
Tertibkan 8 Warung, Pak Bas Pastikan Sudah Tidak Ada PSK di IKN
Menteri Kabinet Prabowo...
Menteri Kabinet Prabowo Hadiri Halalbihalal Megawati: dari Menkeu hingga Kepala Otorita IKN
Menag Nasaruddin Umar...
Menag Nasaruddin Umar hingga Kepala Otorita IKN Lebaran ke Rumah Megawati
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Melihat Suasana Tarawih...
Melihat Suasana Tarawih Perdana Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Negara IKN
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Basuki, Bahas Perkembangan IKN
Rekomendasi
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Berita Terkini
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Infografis
Indonesia Efisiensi,...
Indonesia Efisiensi, Singapura Bagi-bagi Dolar dan Diskon Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved