BMKG Ungkap Penyebab Banyaknya Rumah Rusak saat Gempa Jember
Senin, 20 Desember 2021 - 01:08 WIB
loading...
A
A
A
Rahmat menyampaikan, Kabupaten Jember merupakan wilayah rawan gempa dan tsunami. Berdasarkan catatan sejarah, sedikitnya Kabupaten Jember telah diguncang gempa merusak lebih dari enam kali sejak 1896.
Letak Kabupaten Jember, kata dia, berdekatan dengan sumber gempa potensial, yaitu subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa Timur (zona megathrust). Selain itu, wilayah Jember juga berdekatan dengan sumber-sumber gempa sesar aktif, baik yang ada di daratan maupun di dasar laut.
Atas fakta tersebut,kata Rahmat, maka BMKG merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk melakukan audit kelayakan konstruksi bangunan dan infrastruktur, penyiapan jalur dan sarana prasarana evakuasi yang layak dan memadai.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati telah dua kali menjelaskan di Gedung Negara Grahadi bahwa ada titik-titik tertentu yang harus diwaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi gempa diikuti tsunami.
Kepala BMKG, lanjut Khofifah, menyampaikan perihal antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya megathrust di Selatan Jawa Timur. "Waktu itu yang ada di dalam pemetaan adalah di wilayah selatan dekat Pacitan dengan antisipasi kemungkinan terjadinya tsunami hingga 29 meter," ucap Khofifah.
Letak Kabupaten Jember, kata dia, berdekatan dengan sumber gempa potensial, yaitu subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa Timur (zona megathrust). Selain itu, wilayah Jember juga berdekatan dengan sumber-sumber gempa sesar aktif, baik yang ada di daratan maupun di dasar laut.
Atas fakta tersebut,kata Rahmat, maka BMKG merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk melakukan audit kelayakan konstruksi bangunan dan infrastruktur, penyiapan jalur dan sarana prasarana evakuasi yang layak dan memadai.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati telah dua kali menjelaskan di Gedung Negara Grahadi bahwa ada titik-titik tertentu yang harus diwaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi gempa diikuti tsunami.
Kepala BMKG, lanjut Khofifah, menyampaikan perihal antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya megathrust di Selatan Jawa Timur. "Waktu itu yang ada di dalam pemetaan adalah di wilayah selatan dekat Pacitan dengan antisipasi kemungkinan terjadinya tsunami hingga 29 meter," ucap Khofifah.
Lihat Juga :