Momen Wapres Menikmati Kopi Lokal di Danau Toba
Jum'at, 10 Desember 2021 - 08:40 WIB
loading...
Di sela-sela kunjungan kerjanya, Wapres Ma’ruf Amin menyempatkan diri untuk menikmati kopi lokal yang ada di sekitar Danau Toba pada hari Kamis 9 Desember 2021 kemarin. Foto/Biro Pers Setwapres
A
A
A
SIMALUNGUN - Di sela-sela kunjungan kerjanya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyempatkan diri untuk menikmati kopi lokal yang ada di sekitar Danau Toba pada Kamis 9 Desember 2021 kemarin. Wapres mencicipi kopi yang ditawarkan di Kedai Kopi BKaro, Jalan Haranggaol Nomor 14, Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.
Pada kesempatan itu, Ma'ruf sendiri mengaku sudah lama tidak minum kopi. “Wah, sudah lama sekali,” jawab Wapres. Baca juga: Keramba Jaring Apung Bantu Kesejahteraan Masyarakat Danau Toba
Ma'ruf pun kemudian mengenang aktivitas yang dahulu sering ia lakukan, meminum kopi. “Peminum kopi, kalau sudah minum kopinya bisa satu mug besar. Setelah itu saya berhenti tahun 1993. Pokoknya semua jenis kopi suka. Arabica, robusta,” kenangnya.
Pada kesempatan ini pemilik kedai generasi ketiga, Numput Ginting turut menceritakan karakteristik kopi yang ditawarkan di kedainya. Tak lupa ia juga menunjukkan foto ayahnya yang terpajang di dinding kedai.
“Di sini nggak ada kopi modern. Kopi susu, kopi pahit tanpa gula, kopi manis dan es,” urai Ginting.
Ginting pun menceritakan sebelum pandemi covid-19, banyak wisatawan manca negara mampir ke kedai BKaro untuk menikmati kopi. Namun setelah pandemi, keadaan berubah. Dia pun berharap agar ke depan keadaan dapat berangsur membaik sehingga kondisi perdagangan dan pariwisata di Danau Toba dapat pulih kembali.
“Semoga situasi cepat membaik biar semua normal,” harap Ginting.
Pada kesempatan itu, Ma'ruf sendiri mengaku sudah lama tidak minum kopi. “Wah, sudah lama sekali,” jawab Wapres. Baca juga: Keramba Jaring Apung Bantu Kesejahteraan Masyarakat Danau Toba
Ma'ruf pun kemudian mengenang aktivitas yang dahulu sering ia lakukan, meminum kopi. “Peminum kopi, kalau sudah minum kopinya bisa satu mug besar. Setelah itu saya berhenti tahun 1993. Pokoknya semua jenis kopi suka. Arabica, robusta,” kenangnya.
Pada kesempatan ini pemilik kedai generasi ketiga, Numput Ginting turut menceritakan karakteristik kopi yang ditawarkan di kedainya. Tak lupa ia juga menunjukkan foto ayahnya yang terpajang di dinding kedai.
“Di sini nggak ada kopi modern. Kopi susu, kopi pahit tanpa gula, kopi manis dan es,” urai Ginting.
Ginting pun menceritakan sebelum pandemi covid-19, banyak wisatawan manca negara mampir ke kedai BKaro untuk menikmati kopi. Namun setelah pandemi, keadaan berubah. Dia pun berharap agar ke depan keadaan dapat berangsur membaik sehingga kondisi perdagangan dan pariwisata di Danau Toba dapat pulih kembali.
“Semoga situasi cepat membaik biar semua normal,” harap Ginting.
Lihat Juga :