Kemenkes: 83,9% Pelayanan Kesehatan Terdampak Akibat Corona
Senin, 08 Juni 2020 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
"Dan gambaran itu tentu kita lihat di beberapa daerah di lapangan oleh karena itu kemaren beberapa waktu yang lalu kita bersama dengan teman-teman UNICEF dan para peduli, pemerhati imunisasi melakukan survei cepat seperti apa sih pelaksanaan di lapangan," kata Vensya.
Dengan terhentinya pelayanan kesehatan artinya imunisasi atau pemberian imunisasi itu tidak dilaksanakan lagi. "Yang tentu tidak tahu seperti apa dampak daripada kalau pelayanan imunisasi itu tidak dilakukan," ucapnya.
Pelayanan imunisasi yang terdampak itu baik yang di Posyandu maupun di Puskesmas, juga di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. "Dan itu seluruh provinsi dan kabupaten kota tentunya," jelas Vensya.
Vensya mengatakan perubahan ini ternyata cukup signifikan dan cukup serius karena kalau dibandingkan dengan pemberian program imunisasi dasar lengkap di tahun 2019. "Kalau kita bandingkan misalnya April 2020 dengan 2019 jadi pada sama-sama bulan April, untuk kita lihat trendnya itu ternyata sudah mengalami penurunan," katanya.
Kalau dari Januari hingga Februari 2020, kata Vensya sebenarnya masih belum terdampak di dalam laporan. Tapi di bulan April cukup signifikan penurunannya. "Hampir 4,7 selisih persentase dari pada yang ada di imunisasi dasar lengkap di 2019 dengan 2020. Jadi memang cukup serius," jelasnya.
Dengan terhentinya pelayanan kesehatan artinya imunisasi atau pemberian imunisasi itu tidak dilaksanakan lagi. "Yang tentu tidak tahu seperti apa dampak daripada kalau pelayanan imunisasi itu tidak dilakukan," ucapnya.
Pelayanan imunisasi yang terdampak itu baik yang di Posyandu maupun di Puskesmas, juga di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. "Dan itu seluruh provinsi dan kabupaten kota tentunya," jelas Vensya.
Vensya mengatakan perubahan ini ternyata cukup signifikan dan cukup serius karena kalau dibandingkan dengan pemberian program imunisasi dasar lengkap di tahun 2019. "Kalau kita bandingkan misalnya April 2020 dengan 2019 jadi pada sama-sama bulan April, untuk kita lihat trendnya itu ternyata sudah mengalami penurunan," katanya.
Kalau dari Januari hingga Februari 2020, kata Vensya sebenarnya masih belum terdampak di dalam laporan. Tapi di bulan April cukup signifikan penurunannya. "Hampir 4,7 selisih persentase dari pada yang ada di imunisasi dasar lengkap di 2019 dengan 2020. Jadi memang cukup serius," jelasnya.
Lihat Juga :