Dana Talangan Sebaiknya Diberikan Kepada BUMN Berkinerja Baik

Minggu, 07 Juni 2020 - 22:12 WIB
loading...
Dana Talangan Sebaiknya...
Pemerintah disarankan memberikan dana talangan kepada BUMN yang berkinerja baik. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah memberikan dana talangan Rp4 triliun ke PT Perkebunan Nusantara dinilai tidak tepat. Alasannya karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki lahan 1,2 juta hektare itu terus mengalami kerugian.

Wartawan senior, Andy Budiman mengatakan, pemerintah seharusnya memberikan dana talangan ke BUMN yang memiliki kinerja baik namun terdampak pandemi. Sehingga bantuan suntikan modal itu bisa disebut tepat sasaran. "Kalau perusahaannya sejak dulu bermasalah, sama artinya meletakkan beban kegagalan manajemen kepada rakyat. Ini praktik yang tidak sehat," tulisnya melalui akun Twitternya, @Andy_Budiman_ pada Minggu (7/6/2020).

Dia mengaku heran, lahan milik PTPN, sekitar 50% nya merupakan perkebunan sawit masih harus merugi. Padahal, perusahaan swasta sejenis mampu meraup untung setiap tahunnya. "Bandingkan kinerja PTPN dengan swasta, misalnya Wilmar. 2019 Wilmar membukukan laba bersih Rp215,4 miliar. Laba ini tumbuh drastis dibanding 2018 yang hanya Rp92,64 miliar. Lahan sawit mereka 250.000 hektare – kurang dari setengah lahan PTPN," jelasnya. (Baca juga: Pemberian Dana Talangan ke 12 BUMN Sempat Alot)

Andy menilai, PTPN selama ini gagal menggali potensi penerimaan dari komoditas yang menjadi garapannya, yakni tebu, kopi, kopra, kakao, dan terutama sawit. PTPN harus lebih kreatif mencari terobosan untuk mendongkrak kinerja. "Kalau mitra petani plasma pergi, perkuat model kemitraannya. Kalau memang produktivitas lahan menurun, lakukan peremajaan. Kalau ada mafia di tubuh perusahaan, bongkar. Begitu seharusnya manajemen bekerja," tambahnya. (Baca juga: Dana Talangan Pemerintah ke BUMN Diluruskan Hanya Jaminan, Ini Skemanya)

Selama masa pandemi ini, Andy menambahkan, masyarakat harus kritis dan mengawasi paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Salah satunya rencana pemerintah memberikan dana talangan ke 12 BUMN. "Pada masa krisis seperti sekarang, kita harus sama-sama mengawasi paket dana talangan untuk BUMN yang nilainya sangat besar ini. Dana publik seberapapun besarnya sangat berharga pada masa sulit ini -- kita harus sama-sama awasi," tutupnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved