BMKG Ungkap Frekuensi Gempa Terus Meningkat, Tercatat Pernah 11.920 Kali Setahun
Kamis, 02 Desember 2021 - 11:41 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan frekuensi gempa secara global, termasuk di Indonesia. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati mengungkapkan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan frekuensi gempa secara global, termasuk di Indonesia. BMKG mengajak semua pihak bersama-sama mencari cara dalam menghadapi peningkatan peristiwa gempa bumi.
Dwikorita memaparkan, sejak 2008 hingga 2016, rata-rata terjadi 5.000 kali gempa dalam setahun. Hal ini diketahui dari hasil pencatatan 170 alat sensor gempa yang dimiliki Indonesia.
"Tapi begitu tahun 2017 meningkat menjadi 7.000 kali lebih. Alatnya masih sama, ini bukan nambah jadi alatnya mendeteksi lebih sensitif, tidak. Alatnya masih sama," katanya dalam dialog secara virtual, Kamis (2/12/2021).
Baca juga: Gempa Tektonik M3,7 Guncang Garut Akibat Aktivasi Sesar Garsela
Menurutnya, BMKG baru memperbarui peralatan sensor gempa pada 2019 dan mulai beroperasi pada 2020. Hasilnya, pada 2018 tercatat 11.920 kali gempa dan 2019 sebanyak 11.800 kali gempa.
"Meskipun tahun 2020 agak turun tapi masih di atas 8.000 dalam kondisi alat yang sama," kata Dwikorita.
Dwikorita memaparkan, sejak 2008 hingga 2016, rata-rata terjadi 5.000 kali gempa dalam setahun. Hal ini diketahui dari hasil pencatatan 170 alat sensor gempa yang dimiliki Indonesia.
"Tapi begitu tahun 2017 meningkat menjadi 7.000 kali lebih. Alatnya masih sama, ini bukan nambah jadi alatnya mendeteksi lebih sensitif, tidak. Alatnya masih sama," katanya dalam dialog secara virtual, Kamis (2/12/2021).
Baca juga: Gempa Tektonik M3,7 Guncang Garut Akibat Aktivasi Sesar Garsela
Menurutnya, BMKG baru memperbarui peralatan sensor gempa pada 2019 dan mulai beroperasi pada 2020. Hasilnya, pada 2018 tercatat 11.920 kali gempa dan 2019 sebanyak 11.800 kali gempa.
"Meskipun tahun 2020 agak turun tapi masih di atas 8.000 dalam kondisi alat yang sama," kata Dwikorita.
Lihat Juga :