Varian Covid-19 Omicron Merebak di Afrika, Pimpinan DPR: Tutup Akses WNA!
Senin, 29 November 2021 - 15:09 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah segera mempertimbangkan penutupan akses kedatangan warga negara asing, baik di pintu masuk bandara, pelabuhan maupun perbatasan negara.
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah segera mempertimbangkan penutupan akses kedatangan warga negara asing, baik di pintu masuk bandara, pelabuhan maupun perbatasan negara.
Pria yang kini akrab disapa Gus Muhaimin ini menilai, penutupan tersebut sangat perlu dilakukan untuk mengantisipasi Omicron, varian baru Covid-19 yang mulai merebak di berbagai negara di bagian selatan Afrika serta varian lainnya.
“Saya kira perlu dipertimbangkan (penutupan akses kedatangan WNA). Kita lihat Sejumlah negara mulai menutup akses, terutama dari negara-negara di Afrika Selatan,” kata Gus Muhaimin di Jakarta, Senin (29/11/2021).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, upaya pemerintah memperketat akses kedatangan pelancong internasional ke Indonesia belum cukup jika melihat lonjakan-lonjakan kasus sebelumnya.
“Kita ini sudah dua kali mengalami lonjakan kasus dan itu karena dibawa WNA atau WNI yang baru balik dari luar negeri. Saya kira ini pelajaran, jangan sampai ada anggapan imported cases berisiko kecil, justru membahayakan dan kian memperberat penanganan pandemi,” tuturnya.
Pria yang kini akrab disapa Gus Muhaimin ini menilai, penutupan tersebut sangat perlu dilakukan untuk mengantisipasi Omicron, varian baru Covid-19 yang mulai merebak di berbagai negara di bagian selatan Afrika serta varian lainnya.
“Saya kira perlu dipertimbangkan (penutupan akses kedatangan WNA). Kita lihat Sejumlah negara mulai menutup akses, terutama dari negara-negara di Afrika Selatan,” kata Gus Muhaimin di Jakarta, Senin (29/11/2021).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, upaya pemerintah memperketat akses kedatangan pelancong internasional ke Indonesia belum cukup jika melihat lonjakan-lonjakan kasus sebelumnya.
“Kita ini sudah dua kali mengalami lonjakan kasus dan itu karena dibawa WNA atau WNI yang baru balik dari luar negeri. Saya kira ini pelajaran, jangan sampai ada anggapan imported cases berisiko kecil, justru membahayakan dan kian memperberat penanganan pandemi,” tuturnya.
Lihat Juga :