Pamer Kemesraan dengan Prabowo, Pengamat: Posisi Ideal Puan Jadi Cawapres
Jum'at, 19 November 2021 - 15:11 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan posisi ideal untuk Puan Maharani di kontestasi Pilpres 2024 adalah menjadi cawapres. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani memamerkan kehangatan hubungannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Hal semakin menguatkan sinyal keduanya akan disandingkan di Pilpres 2024 mendatang.
Menanggapi kemesraan Puan dan Prabowo, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan posisi ideal untuk putri Megawati Soekarnoputri itu di kontestasi Pilpres 2024 adalah menjadi cawapres. Baca juga: Mega, Prabowo, dan Puan Bertemu di Istana, Pengamat: Posisi PDIP Butuh Gerindra
"Puan Sulit untuk capres. Puan levelnya adalah cawapres. Memaksakan Puan menjadi capres bunuh diri politik," ujarnya lewat pesan singkat kepada SINDOnews, Jumat (19/11/2021).
Dia menilai saat ini PDIP mengalami pilihan yang sulit. Pasalnya, eletabilitas Puan tak kunjung membaik atau belum mampu mengimbangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Satu satunya jalan nantinya di last minute mengusung Ganjar, karena sejauh ini belum ada kader PDIP yang bisa menyalip elektoral Ganjar. Saya belum melihat alternatif lain tokoh/kader PDIP yang bisa mengimbangi magnet elektoral Ganjar," jelasnya.
Menanggapi kemesraan Puan dan Prabowo, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan posisi ideal untuk putri Megawati Soekarnoputri itu di kontestasi Pilpres 2024 adalah menjadi cawapres. Baca juga: Mega, Prabowo, dan Puan Bertemu di Istana, Pengamat: Posisi PDIP Butuh Gerindra
"Puan Sulit untuk capres. Puan levelnya adalah cawapres. Memaksakan Puan menjadi capres bunuh diri politik," ujarnya lewat pesan singkat kepada SINDOnews, Jumat (19/11/2021).
Dia menilai saat ini PDIP mengalami pilihan yang sulit. Pasalnya, eletabilitas Puan tak kunjung membaik atau belum mampu mengimbangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Satu satunya jalan nantinya di last minute mengusung Ganjar, karena sejauh ini belum ada kader PDIP yang bisa menyalip elektoral Ganjar. Saya belum melihat alternatif lain tokoh/kader PDIP yang bisa mengimbangi magnet elektoral Ganjar," jelasnya.
Lihat Juga :