Andika Perkasa Hanya Menjabat 13 Bulan, Susaningtyas: Yang Penting Banyak Prestasi

Rabu, 17 November 2021 - 19:26 WIB
loading...
Andika Perkasa Hanya...
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati meyakini Andika Perkas bakal mampu meorehkan prestasi kendati hanya menjabat selama 13 bulan. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Sesuai batasan usia pensiun, Jenderal Andika Perkasa akan menjabat panglima TNI selama 13 bulan. Tugasnya akan berakhir pada Desember 2022 pada usia 58 tahun. Itu dengan catatan bahwa Presiden Jokowi tidak memperpanjang masa jabatannya.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Kertopati berpendapat soal masa jabatan Andika yang hanya 13 bulan tersebut bukanlah masalah besar. Sebab tolok ukur dari sebuah kesuksesan bukan dinilai dari panjang pendeknya waktu menjabat.

"Kita tidak melihat lama atau tidaknya panglima TNI itu menjabat, biar sebentar tapi berprestasi jauh lebih baik dari pada lama tapi tak berprestasi tentunya," tutur Susaningtyas dalam dialog bersama MNC News, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Dilantik Hari Ini, Segini Harta Kekayaan Panglima TNI Andika Perkasa dan KSAD Dudung Abdurachman

Susaningtyas yakin Andika bakal mampu menunjukkan prestasi. Hal itu pun diperkuat dengan visi dan misi yang dipaparkan Andika dinilainya sebagai bukti keseriusan sebagai panglima TNI. Visi dari Andika yaitu TNI Adalah Kita, misinya terdiri dari 3 poin yang dijabarkan dalam delapan program turunan.

"Dari visi dan misi yang disampaikan Panglima TNI baru Jenderal TNI Andika Perkasa di Komisi I DPR, kita boleh berharap banyak jadi seperti halnya perbaikan hubungan dan interoperabilitas dengan tiga matra yang ada. Lalu kemudian institusi yang ada khususnya dengan Kemenhan tentu menjadi satu atensi dari Jenderal Andika Perkasa," ujarnya

"Kemudian penekanan pada sistem siber, lalu OMP OMSP dan juga interoperabilitas serta pembangunan SDM TNI melalui pendidikan dan latihan itu juga menjadi perhatian darinya," tambahnya.

Nuning itu mengatakan, dalam penanganan Covid-19, Andika Perkasa sudah tidak bisa diragukan lagi keseriusannya. Sebab, ketika di awal pandemi ini menyerang, dirinya bersama BIN dan produsen-produsen mencoba membuat obat yang menjadi terobosan.

"Berarti yang bersangkutan sangat atensi kepada ancaman baru seperti halnya Covid-19. Kiranya kita mengetahui peperangan sekarang ini kan yang akan kita hadapi adalah perang hybrida, ada militer dan non militer. Dalam non militer ada perang nubika tentu hal ini menjadi satu atensi yang harus ditekankan di dalam perannya sebagai Panglima TNI," jelasnya.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, KSAL dan KSAU Tegaskan Dukungan Penuh

Dia menjelaskan, sebagai seorang Panglima TNI, yang harus dimiliki sedikitnya adalah tiga hal, antara lain wibawa di dunia internasional, manajemen pertahanan yang baik dan diplomasi. Menurut dia, ketiga poin itu telah ada dalam diri eks Pangkostrad tersebut.

"Seorang Panglima TNI itu harus memiliki kewibawaan di tingkat internasional, memiliki kemampuan manajemen pertahanan dan diplomasi militer yang baik. Saya yakin Jenderal Andika memiliki hal itu. Oleh karenanya saya merasa bahwa presiden telah melakukan keputusan yang tepat dengan memilih andika perkasa sebagai Panglima TNI," paparnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Panglima TNI Berangkatkan...
Panglima TNI Berangkatkan Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 ke Lebanon Selatan
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab 4 Perwira Tinggi, Kapusdalops hingga Kapuspen TNI
Wacana Prabowo Beri...
Wacana Prabowo Beri Penghargaan Bintang Mahaputera ke Kapolri dan Panglima TNI Bentuk Apresiasi Negara
2 Brigjen dan 1 Kolonel...
2 Brigjen dan 1 Kolonel Digeser Jadi Danrem pada Mutasi Maret 2026, Ada Kasdivif 1 Kostrad
Cek Kesiapan Arus Mudik...
Cek Kesiapan Arus Mudik Pelabuhan Merak, Kapolri, Panglima TNI, hingga Menko PMK Patroli Naik Heli
2 Polisi Meninggal Tertabrak...
2 Polisi Meninggal Tertabrak Truk Tentara, Panglima TNI Pastikan sedang Diselidiki
Rekomendasi
Ketum PASI Luhut Panjaitan...
Ketum PASI Luhut Panjaitan Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Berita Terkini
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved