Muktamar KAMMI, Ganjar Dorong Pemuda Bersiap Hadapi Bonus Demografi
Minggu, 14 November 2021 - 21:54 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai, bonus demografi yang akan dialami bangsa Indonesia, merupakan suatu masalah serius yang harus dipikirkan bersama. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai, bonus demografi yang akan dialami bangsa Indonesia, merupakan suatu masalah serius yang harus dipikirkan bersama. Sebab, akan berdampak luas terhadap sejumlah sektor, khususnya ekonomi.
Baca juga: Optimistis Masyarakat Perlu Dibangun untuk Manfaatkan Bonus Demografi
Hal itu disampaikan Ganjar, secara virtual, dalam studium generale pada rangkaian Muktamar ke-XII Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Baca juga: Rokok dan Optimalisasi Bonus Demografi
"Kalau kita lihat tadi bonus demografi. Maka sebenarnya PR kita jauh lebih besar menjadi tantangan kita bersama. Bila ditanya, apakah ekonomi kita di Indonesia sudah berdikari ? jawabnya saat ini sedang menuju kearah sana sudah tapi berdikari belum," kata Ganjar, dalam keterangannya, Minggu (14/11/21).
Menurut Ganjar, anak-anak bangsa tentu mempunyai mimpi besar yaitu ingin menjadikan Indonesia negara maju.
"Kita (Indonesia) diprediksi oleh Mc Kenzie, akan jadi negara 4 sampai 7 besar dunia dan akan tercapai di 2045. Dan itu nanti yang menentukan berhasil tidaknya di jamannya teman-teman pemuda sekalian," tuturnya.
Terkait permasalah pandemi Covid-19, Ganjar mengajak para pemuda untuk turun tangan ikut serta menuangkan ide-ide kreatifnya dalam membantu mengendalikan keadaan, dengan kemampuan masing-masing.
Kendati demikian, Ia mengakui, saat pandemi ini justru banyak ide-ide kreatif terjadi yang dibuat oleh anak-anak muda yang solutif.
"Saatnya para pemuda mulai bekerja saatnya kita membuktikan, saatnya kita memberikan yang real yang konkret dari pikiran-pikiran cerdas anak-anak muda termasuk teman-teman dari KAMMI," tukasnya.
Baca juga: Optimistis Masyarakat Perlu Dibangun untuk Manfaatkan Bonus Demografi
Hal itu disampaikan Ganjar, secara virtual, dalam studium generale pada rangkaian Muktamar ke-XII Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Baca juga: Rokok dan Optimalisasi Bonus Demografi
"Kalau kita lihat tadi bonus demografi. Maka sebenarnya PR kita jauh lebih besar menjadi tantangan kita bersama. Bila ditanya, apakah ekonomi kita di Indonesia sudah berdikari ? jawabnya saat ini sedang menuju kearah sana sudah tapi berdikari belum," kata Ganjar, dalam keterangannya, Minggu (14/11/21).
Menurut Ganjar, anak-anak bangsa tentu mempunyai mimpi besar yaitu ingin menjadikan Indonesia negara maju.
"Kita (Indonesia) diprediksi oleh Mc Kenzie, akan jadi negara 4 sampai 7 besar dunia dan akan tercapai di 2045. Dan itu nanti yang menentukan berhasil tidaknya di jamannya teman-teman pemuda sekalian," tuturnya.
Terkait permasalah pandemi Covid-19, Ganjar mengajak para pemuda untuk turun tangan ikut serta menuangkan ide-ide kreatifnya dalam membantu mengendalikan keadaan, dengan kemampuan masing-masing.
Kendati demikian, Ia mengakui, saat pandemi ini justru banyak ide-ide kreatif terjadi yang dibuat oleh anak-anak muda yang solutif.
"Saatnya para pemuda mulai bekerja saatnya kita membuktikan, saatnya kita memberikan yang real yang konkret dari pikiran-pikiran cerdas anak-anak muda termasuk teman-teman dari KAMMI," tukasnya.
(maf)
Lihat Juga :