Menag Yaqut Minta Pramuka Jadi Rumah Bersama Generasi Milenial Moderat
Kamis, 11 November 2021 - 17:42 WIB
loading...
Menag Yaqut Cholil Qoumas saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan XV di Jakabaring Sport City Palembang, Kamis (11/11/2021).
A
A
A
PALEMBANG - Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan XV di Palembang resmi dibuka Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (11/11/2021). Di hadapan ribuan mahasiswa Pramuka Penegak-Pandega dari berbagai provinsi di Indonesia yang hadir secara daring dan luring, Menag Yaqut meminta pramuka menjadi rumah bersama generasi muda, generasi milenial yang moderat.
"Pramuka harus bisa menjadi rumah bersama bagi generasi muda yang ingin berkembang, berkarya dan menempa diri. Rancang bangun kegiatan kepramukaan harus mampu menjawab kebutuhan generasi millennial yang akrab dengan teknologi digital," ujarnya.
![Menag Yaqut Minta Pramuka Jadi Rumah Bersama Generasi Milenial Moderat]()
Menurut Menag Yaqut, nilai-nilai yang telah tertanam di kepramukaan seperti kemandirian, gotong royong, perjuangan hidup, keberanian, dan kepekaan sosial harus mampu ditransformasikan ke dalam perilaku mahasiswa masa kini yang notabenenya adalah generasi milenial. Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) juga harus mampu menyiapkan dan mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki pemahaman dan kapasitas keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.
“Dalam persepektif Kementerian Agama, tentu melalui pengarusutamaan Moderasi Beragama. Pemahaman agama yang inklusif, toleran dan damai menjadi keniscayaan di tengah-tengah pluralitas bangsa,” pintanya.
"Pramuka harus bisa menjadi rumah bersama bagi generasi muda yang ingin berkembang, berkarya dan menempa diri. Rancang bangun kegiatan kepramukaan harus mampu menjawab kebutuhan generasi millennial yang akrab dengan teknologi digital," ujarnya.

Menurut Menag Yaqut, nilai-nilai yang telah tertanam di kepramukaan seperti kemandirian, gotong royong, perjuangan hidup, keberanian, dan kepekaan sosial harus mampu ditransformasikan ke dalam perilaku mahasiswa masa kini yang notabenenya adalah generasi milenial. Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) juga harus mampu menyiapkan dan mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki pemahaman dan kapasitas keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.
“Dalam persepektif Kementerian Agama, tentu melalui pengarusutamaan Moderasi Beragama. Pemahaman agama yang inklusif, toleran dan damai menjadi keniscayaan di tengah-tengah pluralitas bangsa,” pintanya.
Lihat Juga :