Fahri Hamzah Sebut Oposisi Lemah, Begini Respons Demokrat
Jum'at, 05 November 2021 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Ia menyebutkan, kritik yang disampaikan Fahri juga bisa dimaknai secara tersirat adanya kerinduan ketika kehidupan demokrasi kita terjaga dan berkualitas seperti pada Pemerintahan SBY.
"Pada masa itu 2004-2014, masyarakat politiknya sangat aktif dan dinamis, termasuk di DPR dalam menjalankan tugas-tugas kedewanannya," jelas Kamhar Lakumani.
Pada masa itu, Kamhar menyebutkan tidak hanya dari oposisi, namun dari partai koalisi pemerintah namun cita rasa oposisi seperti Fahri Hamzah juga banyak, dihargai dan eksistensinya terjaga.
"Itu diperlukan untuk menjaga sehatnya demokrasi. Begitulah Pak SBY sebagai Demokrat sejati memandang dan menempatkan dinamika dalam koalisi pemerintah," ungkap Kamhar.
Periode 2014-2019 kekuatan oposisi di parlemen masih signifikan, sekalipun dari sisi jumlah kalah, setelah Golkar pindah haluan masuk koalisi pemerintah namun dari 5 kursi pimpinan DPR.
Koalisi pemerintah hanya 2 kursi, 3 kursi lainnya nonkoalisi pemerintah. Demikian pula pada kursi pimpinan Alat dan Kelengkapan Dewan. Sehingga oposisi masih bisa memberi warna pada dinamika kedewanan.
"Pada masa itu 2004-2014, masyarakat politiknya sangat aktif dan dinamis, termasuk di DPR dalam menjalankan tugas-tugas kedewanannya," jelas Kamhar Lakumani.
Pada masa itu, Kamhar menyebutkan tidak hanya dari oposisi, namun dari partai koalisi pemerintah namun cita rasa oposisi seperti Fahri Hamzah juga banyak, dihargai dan eksistensinya terjaga.
"Itu diperlukan untuk menjaga sehatnya demokrasi. Begitulah Pak SBY sebagai Demokrat sejati memandang dan menempatkan dinamika dalam koalisi pemerintah," ungkap Kamhar.
Periode 2014-2019 kekuatan oposisi di parlemen masih signifikan, sekalipun dari sisi jumlah kalah, setelah Golkar pindah haluan masuk koalisi pemerintah namun dari 5 kursi pimpinan DPR.
Koalisi pemerintah hanya 2 kursi, 3 kursi lainnya nonkoalisi pemerintah. Demikian pula pada kursi pimpinan Alat dan Kelengkapan Dewan. Sehingga oposisi masih bisa memberi warna pada dinamika kedewanan.
Lihat Juga :