PKS: PCR untuk Semua Moda Transportasi Memberatkan Masyarakat

Kamis, 28 Oktober 2021 - 14:00 WIB
loading...
PKS: PCR untuk Semua...
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Suryadi Jaya Purnama. FOTO/DOK.dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah memberlakukan syarat wajib tes PCR bagi semua moda transportasi jelang libur Natal dan Tahun Baru terus menuai kritikan. Kali ini, kritikan dari Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suryadi Jaya Purnama.

"PCR untuk semua moda transportasi jelas memberatkan masyarakat. Tidak ada orang yang ingin terkena Covid-19. Dan mayoritas masyarakat ingin divaksin," kata Suryadi dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Kamis (28/10/2021).

Namun, menurut dia, permasalahannya adalah kecepatan vaksinasi bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin. "Sehingga untuk menghindari gelombang ketiga pilihan paling baik saat ini adalah menegakkan prokes secara ketat dan tracing yang kuat terhadap orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19, bukan dengan melakukan PCR terhadap sembarang orang," katanya.

Baca juga: Politikus PKS Kritik Rencana Tes PCR bagi Semua Moda Transportasi

Dia juga mengutip pernyataan beberapa epidemiolog yang menyebut kemampuan pelacakan kontak atau tracing oleh pemerintah belum mencapai 80 persen. Dia mengatakan untuk di Jawa terdapat 49 kabupaten atau kota yang memiliki program tracing hanya mampu mencapai 69,7 persen.

"Jika kemudian potensi gelombang ketiga ada kaitannya dengan kecepatan vaksinasi dan juga kemampuan tracing yang dilakukan pemerintah, apakah adil jika masyarakat yang harus menanggung akibatnya?" kata Suryadi.

Dia pun mengingatkan bahwa Indonesia pada Juli lalu pernah sampai pada kondisi diagnosis suspek dapat dinyatakan cukup dengan Swab Antigen. "Ketika seseorang positif, otomatis dihitung terkena suspek, begitu juga sebaliknya," imbuhnya.

Dia juga mengingatkan Indonesia juga pernah sampai pada kondisi level PPKM sudah menurun signifikan di suatu daerah dapat diganti dengan Swab Antigen. Lagipula, kata dia, harga tes PCR yang diturunkan menjadi Rp300.000 sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih sangat mahal.

"Apalagi definisi moda transportasi umum untuk semua jenis. Bayangkan, KRL dengan tarif Rp3.000, angkot juga yang harganya juga di bawah Rp5.000 hal ini tentunya sangat tidak rasional. Jika semua harus PCR, maka PKS minta PCR digratiskan menggunakan subsidi dari BPJS Kesehatan," katanya.

Menurut dia, pemerintah harus menyiapkan SDM, sistem informasi, booking tiket secara online, dan sebagainya untuk mencegah antrian panjang yang berisiko tidak menjaga jarak. Dia menilai itu perlu dilakukan pemerintah untuk menegakkan disiplin prokes di terminal, bandara, stasiun, dan juga di angkutannya.

"Juga pengawasan di angkutan agar para penumpang tidak melepaskan maskernya, bahkan tidak perlu makan minum di dalam angkutan," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Puncak Milad ke-24 PKS:...
Puncak Milad ke-24 PKS: Ruang Dialog Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi
PKS: Indonesia Harus...
PKS: Indonesia Harus Berdiri di Garda Terdepan Hentikan Agresi Israel
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Resmi, Sukamta Gantikan...
Resmi, Sukamta Gantikan Aher sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR dari F-PKS
PKS soal Isu Reshuffle...
PKS soal Isu Reshuffle Kian Menguat: Presiden Bisa Mengevaluasi Menteri yang Kurang Baik
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
DPP PKS Tetapkan Susunan...
DPP PKS Tetapkan Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah se-Indonesia Masa Bakti 2025–2030
Jagoan PKS Tumbang di...
Jagoan PKS Tumbang di Depok versi Quick Count, Kekuasan 20 Tahun Berakhir?
Rekomendasi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved