Dihadiri Presiden Jokowi, Kongres VI IJTI Digelar di Lombok 29-30 Oktober 2021
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:46 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadiri Kongres VI IJTI yang digelar di Lombok, 29-30 Oktober 2021. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekitar 3.000 jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI ) akan mengikuti Kongres VI di Lombok, NTB 29-30 Oktober 2021 dengan format hybrid (offline dan online). Bertema "Semangat Sumpah Pemuda, Jurnalis Televisi Bangkitkan Negeri Pasca Pandemi Covid-19", inilah Kongres terbesar dan terpenting dalam sejarah IJTI.
Dalam kompetisi yang begitu ketat dan di tengah disrupsi media, apalagi di tengah pandemi, IJTI dituntut terus meningkatkan kualitas dan kompetensi anggotanya. Hal ini diakui Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana yang akan segera meninggalkan posisinya.
Menurut Yadi, jurnalis televisi harus cakap dan adaptif dengan perkembangan teknologi yang menuntut multitasking selain kompeten. Karena itu, IJTI bersama sejumlah organisasi pers dan elemen bangsa, termasuk KPI dan pemerintah yang lain, membangun kerangka dunia penyiaran ke depan.
Baca juga: Rumah Wakil Ketua IJTI Papua Barat Ditembak OTK, Keluarga Alami Trauma
Dalam konteks inilah salah satu agenda dalam Kongres VI IJTI di Lombok menggelar workshop bertema "Profesionalisme Jurnalis TV dan Lanskap Industri Penyiaran ke Depan". Di workshop ini, KPI dan ATVSI bersama sejumlah pemred televisi akan berbicara bagaimana lanskap industri penyiaran ke depan pasca pandemi di era disrupsi.
Tak hanya peduli dalam bidang penyiaran, Kongres VI IJTI juga ingin berperan dalam upaya pemerintah membangkitkan ekonomi khususnya di sektor pariwisata. Ada sesi kunjungan dan liputan peserta kongres ke sejumlah lokasi wisata di Lombok, termasuk Desa Adat Sade.
Dalam kompetisi yang begitu ketat dan di tengah disrupsi media, apalagi di tengah pandemi, IJTI dituntut terus meningkatkan kualitas dan kompetensi anggotanya. Hal ini diakui Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana yang akan segera meninggalkan posisinya.
Menurut Yadi, jurnalis televisi harus cakap dan adaptif dengan perkembangan teknologi yang menuntut multitasking selain kompeten. Karena itu, IJTI bersama sejumlah organisasi pers dan elemen bangsa, termasuk KPI dan pemerintah yang lain, membangun kerangka dunia penyiaran ke depan.
Baca juga: Rumah Wakil Ketua IJTI Papua Barat Ditembak OTK, Keluarga Alami Trauma
Dalam konteks inilah salah satu agenda dalam Kongres VI IJTI di Lombok menggelar workshop bertema "Profesionalisme Jurnalis TV dan Lanskap Industri Penyiaran ke Depan". Di workshop ini, KPI dan ATVSI bersama sejumlah pemred televisi akan berbicara bagaimana lanskap industri penyiaran ke depan pasca pandemi di era disrupsi.
Tak hanya peduli dalam bidang penyiaran, Kongres VI IJTI juga ingin berperan dalam upaya pemerintah membangkitkan ekonomi khususnya di sektor pariwisata. Ada sesi kunjungan dan liputan peserta kongres ke sejumlah lokasi wisata di Lombok, termasuk Desa Adat Sade.
Lihat Juga :