Masalah Baru Pandemi, Gizi Buruk-Stunting Terancam Melonjak
Kamis, 04 Juni 2020 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Sri pun mengatakan saat ini UNICEF membantu Kemenkes untuk menstabilkan angka-angka tersebut dengan membuat pedoman pelayanan gizi di masa pandemi serta pada masa new normal yang akan segera diberlakukan.
“UNICEF saat ini membantu Kemenkes, bagaimana memastikan anak-anak di daerah itu bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan gizi yang terbaik,” kata Sri.
Pedoman kesehatan yang dimaksud di antaranya memberikan bantuan teknis pada bidan desa di daerah, misalnya saat akan memberikan layanan langsung ke masyarakat. Sebelum pandemi konseling secara langsung dilakukan, namun kini bisa konseling bisa secara virtual.
“Kalau misalnya sebelumnya pakai toa atau surat edaran, sekarang kita pakai WhatsApp. Jadi kita bisa memberikan konseling secara virtual. tapi kalau sudah ada Parah baru kita melakukan kunjungan,” jelas Sri.
Pada Oktober 2019 lalu, Kemenkes mengumumkan angka stunting di Indonesia sebesar 27,67%. Angka itu berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI). Adapun hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8%. Dibandingkan dengan hasil SSGBI angka stunting berhasil ditekan 3,1% dalam setahun terakhir. Kemenkes berharap angka stunting dapat terus turun 3% setiap tahun, sehingga target 19% pada tahun 2024 dapat tercapai. (Baca juga: Jangan Jadikan Anak Kami Percobaan)
“UNICEF saat ini membantu Kemenkes, bagaimana memastikan anak-anak di daerah itu bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan gizi yang terbaik,” kata Sri.
Pedoman kesehatan yang dimaksud di antaranya memberikan bantuan teknis pada bidan desa di daerah, misalnya saat akan memberikan layanan langsung ke masyarakat. Sebelum pandemi konseling secara langsung dilakukan, namun kini bisa konseling bisa secara virtual.
“Kalau misalnya sebelumnya pakai toa atau surat edaran, sekarang kita pakai WhatsApp. Jadi kita bisa memberikan konseling secara virtual. tapi kalau sudah ada Parah baru kita melakukan kunjungan,” jelas Sri.
Pada Oktober 2019 lalu, Kemenkes mengumumkan angka stunting di Indonesia sebesar 27,67%. Angka itu berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI). Adapun hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8%. Dibandingkan dengan hasil SSGBI angka stunting berhasil ditekan 3,1% dalam setahun terakhir. Kemenkes berharap angka stunting dapat terus turun 3% setiap tahun, sehingga target 19% pada tahun 2024 dapat tercapai. (Baca juga: Jangan Jadikan Anak Kami Percobaan)
Lihat Juga :