HSN 2021, PDIP: Jokowi Tunaikan Harapan Pendiri Bangsa Nasionalis dan Islam Bersatu
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
“Pak Jokowi memenuhi permintaan KH Thoriq Bin Ziyad dan para alim ulama yang hadir di Pesantren Babussalam itu, di akhir pidato kampanyenya 27 Juni 2014 itu Pak Jokowi menyatakan insya Allah kalau saya terpilih saya akan menetapkan Hari Santri Nasional lalu kemudian beliau menandatangani kontrak politik itu. Alhamdulillah ketika beliau terpilih di 2015 tepatnya di 22 Oktober 2015 beliau kemudian secara resmi mengumumkan mengeluarkan Keppres No 22 Tahun 2015 yang menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” beber Wakil Ketua MPR ini.
Sementara itu, Sekretaris Bamusi PDIP Nasyirul Falah (Gus Falah) menuturkan kedekatan PDIP dan kaum santri sangatlah dekat. Buktinya, sejumlah kader PDIP yang duduk di jabatan strategis berlatar balakang santri. Semasa hidup Bung Karno, Proklamator RI itu juga kerap bahu membahu dengan kaum santri untuk memerdekakan Indonesia.
“Jadi kalau kita bicara PDI Perjuangan dengan kaum santri sesungguhnya amat dekat sekali karena dalam kehidupan sehari-sehari masyarakat orang dari PDI Perjuangan ya pasti juga dengan kaum santri yang mana ketika kita melihat seberapa dekat, amat sangat dekat. Pada saat era Hadratussyaikh Hasyim Asyari, Bung Karno kemudian sampai saat sekarang, tidak ada sebuah perbedaan yang sangat jauh,” urai Gus Falah.
Narasumber lainnya, Cendekiawan Muslim PDIP Zuhairi Misrawi (Gus Mis) merefleksikan pandangannya betapa santri adalah elemen penting untuk menjaga kepribadian bangsa. Sebab tak hanya ilmu akhirat, santri juga mumpuni di bidang ilmu pengetahuan dunia yaitu sains dan teknologi. Hal ini komposisi lengkap untuk menjemput kebahagiaan.
“Kebahagiaan di dunia harus dengan sains dan teknologi harus dengan ilmu pengetahuan, kalau bahagia di akhirat harus menguasai ilmu akhirat. Kalau ingin bahagia dunia dan akhirat harus dengan ilmu pengetahuan,” ujar Gus Mis.
Sementara itu, Sekretaris Bamusi PDIP Nasyirul Falah (Gus Falah) menuturkan kedekatan PDIP dan kaum santri sangatlah dekat. Buktinya, sejumlah kader PDIP yang duduk di jabatan strategis berlatar balakang santri. Semasa hidup Bung Karno, Proklamator RI itu juga kerap bahu membahu dengan kaum santri untuk memerdekakan Indonesia.
“Jadi kalau kita bicara PDI Perjuangan dengan kaum santri sesungguhnya amat dekat sekali karena dalam kehidupan sehari-sehari masyarakat orang dari PDI Perjuangan ya pasti juga dengan kaum santri yang mana ketika kita melihat seberapa dekat, amat sangat dekat. Pada saat era Hadratussyaikh Hasyim Asyari, Bung Karno kemudian sampai saat sekarang, tidak ada sebuah perbedaan yang sangat jauh,” urai Gus Falah.
Narasumber lainnya, Cendekiawan Muslim PDIP Zuhairi Misrawi (Gus Mis) merefleksikan pandangannya betapa santri adalah elemen penting untuk menjaga kepribadian bangsa. Sebab tak hanya ilmu akhirat, santri juga mumpuni di bidang ilmu pengetahuan dunia yaitu sains dan teknologi. Hal ini komposisi lengkap untuk menjemput kebahagiaan.
“Kebahagiaan di dunia harus dengan sains dan teknologi harus dengan ilmu pengetahuan, kalau bahagia di akhirat harus menguasai ilmu akhirat. Kalau ingin bahagia dunia dan akhirat harus dengan ilmu pengetahuan,” ujar Gus Mis.
Lihat Juga :