Tren Elektabilitas Naik, PDIP Disarankan Pilih Ganjar Pranowo Jadi Capres
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, ada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (2,7 persen), Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha (2,1 persen), dan Ketua DPR RI Puan Maharani (1,8 persen).
Selanjutnya, Menteri Koordinator Polhukam RI Mahfud MD dengan elektabilitas 1,5 persen, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan 1,3 persen, eks Menteri KKP RI Susi Pudjiastuti dengan 1,1 persen, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 1 persen.
Dari survei ini, Okta menilai tren keterpilihan Prabowo di Pilpres 2024 cenderung turun. Di sisi lain, elektabilitas Ganjar naik. Meski begitu, peluang Ganjar maju menjadi calon presiden terhambat kontestasi di internal PDIP yang condong menjagokan Puan Maharani.
Okta pun memberi saran agar PDIP mempertimbangkan kembali nama calon presiden untuk maju di Pilpres 2024. "Jika berkaca dari kasus Joko Widodo pada 2014, PDIP harus mempertimbangkan pemilihan tokoh yang tepat untuk bisa memastikan kemenangan pada 2024," jelas Okta.
Selanjutnya, Menteri Koordinator Polhukam RI Mahfud MD dengan elektabilitas 1,5 persen, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan 1,3 persen, eks Menteri KKP RI Susi Pudjiastuti dengan 1,1 persen, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 1 persen.
Dari survei ini, Okta menilai tren keterpilihan Prabowo di Pilpres 2024 cenderung turun. Di sisi lain, elektabilitas Ganjar naik. Meski begitu, peluang Ganjar maju menjadi calon presiden terhambat kontestasi di internal PDIP yang condong menjagokan Puan Maharani.
Okta pun memberi saran agar PDIP mempertimbangkan kembali nama calon presiden untuk maju di Pilpres 2024. "Jika berkaca dari kasus Joko Widodo pada 2014, PDIP harus mempertimbangkan pemilihan tokoh yang tepat untuk bisa memastikan kemenangan pada 2024," jelas Okta.
(maf)
Lihat Juga :