Demokrat Berharap Jokowi Tidak Tergiur Godaan Tiga Periode
Kamis, 21 Oktober 2021 - 17:08 WIB
loading...
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diharapkan tak tergiur dengan godaan yang menginginkan dirinya untuk memperpanjang masa jabatan menjadi tiga periode. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi ) diharapkan tak tergiur godaan yang menginginkan dirinya memperpanjang masa jabatan menjadi tiga periode. Hal ini dikatakan oleh Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra.
Baca juga: Wacana 3 Periode Disebut Pernah Muncul di Era SBY
Herzaky menyampaikannya sebelum menghadiri sidang perkara Nomor 150 Partai Demokrat di PTUN Jakarta bersama Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis dan Zainal Arifin Mochtar, terkait penyesatan fakta oleh KLB Deli Serdang Moeldoko, Kamis (21/10/2021).
Baca juga: Wacana Presiden 3 Periode, Fadjroel: Saya Bersaksi Jokowi Taat Konstitusi
"Sebagaimana kita tahu ada ancaman ada godaan absolutisme power. Presiden harus menghindari godaan besar menuju absolutisme power yang berakibat buruk pada demokrasi Indonesia," kata Herzaky Mahendra Putra.
Hal ini berdasarkan fakta bahwa kekuatan koalisi pemerintah Jokowi dan Ma'ruf Amin di parlemen kini mencapai 82 persen.
"Godaan ini yang harus dihindari. Jangan sampai kemudian misalnya ada godaan untuk menjadi Presiden di periode ketiga atau menambah dua atau tiga tahun masa jabatan dengan mengubah konstitusi," tegasnya.
Kata Herzaky, ada sejumlah pihak yang hendak menggoda Presiden Jokowi untuk mengentalkan kekuasaannya melebihi apa yang dibatasi konstitusi.
Dengan berupaya mengusulkan amandemen Konstitusi. Menuju apa yang pernah digaungkan ratusan abad lalu oleh seorang raja, l’etat c’est moi. Negara adalah saya. Seakan-akan Presiden melebihi konstitusi. Apa yang diinginkan Presiden, bahkan Konstitusi pun akan diubah sesuai dengan keinginan Presiden.
"Kalau beliau (Jokowi) mau bisa kok (tiga periode). Karena dengan 82 persen dukungan di legislatif itu sangat dimungkinkan. Namun alhamdulillah saat ini beliau tidak merespons secara serius terhadap godaan ini," pungkas Herzaky.
Baca juga: Wacana 3 Periode Disebut Pernah Muncul di Era SBY
Herzaky menyampaikannya sebelum menghadiri sidang perkara Nomor 150 Partai Demokrat di PTUN Jakarta bersama Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis dan Zainal Arifin Mochtar, terkait penyesatan fakta oleh KLB Deli Serdang Moeldoko, Kamis (21/10/2021).
Baca juga: Wacana Presiden 3 Periode, Fadjroel: Saya Bersaksi Jokowi Taat Konstitusi
"Sebagaimana kita tahu ada ancaman ada godaan absolutisme power. Presiden harus menghindari godaan besar menuju absolutisme power yang berakibat buruk pada demokrasi Indonesia," kata Herzaky Mahendra Putra.
Hal ini berdasarkan fakta bahwa kekuatan koalisi pemerintah Jokowi dan Ma'ruf Amin di parlemen kini mencapai 82 persen.
"Godaan ini yang harus dihindari. Jangan sampai kemudian misalnya ada godaan untuk menjadi Presiden di periode ketiga atau menambah dua atau tiga tahun masa jabatan dengan mengubah konstitusi," tegasnya.
Kata Herzaky, ada sejumlah pihak yang hendak menggoda Presiden Jokowi untuk mengentalkan kekuasaannya melebihi apa yang dibatasi konstitusi.
Dengan berupaya mengusulkan amandemen Konstitusi. Menuju apa yang pernah digaungkan ratusan abad lalu oleh seorang raja, l’etat c’est moi. Negara adalah saya. Seakan-akan Presiden melebihi konstitusi. Apa yang diinginkan Presiden, bahkan Konstitusi pun akan diubah sesuai dengan keinginan Presiden.
"Kalau beliau (Jokowi) mau bisa kok (tiga periode). Karena dengan 82 persen dukungan di legislatif itu sangat dimungkinkan. Namun alhamdulillah saat ini beliau tidak merespons secara serius terhadap godaan ini," pungkas Herzaky.
(maf)
Lihat Juga :