Golkar Harus Pahami Perilaku Pemilih jika Ingin Ulangi Kejayaan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi Golkar memiliki kader-kader andal yang sudah diakui oleh internal. Tidak hanya andal piawai, bahkan yang membuat partai ini tidak lapuk dimakan zaman," tambahnya.
Siti pun melihat sejak era reformasi 98 hingga beberapa tahun ke belakang, Golkar mampu merespons kepentingan publik yang disinergikan dengan kepentingan politik partai. Sehingga, Golkar dapat bertahan di tiga besar pada kontestasi politik mulai 1999-2019.
"Golkar salah satu partai yang cukup cermat, lincah, dan tangkas dalam merespons aspirasi maupun kepentingan publik. Untuk disinergikan dengan kepentingan politik partai Golkar sehingga sinergi dan kolaborasi itu senantiasa terjaga," jelasnya.
"Itu yang coba saya lihat dinamika di Golkar sebagai organisasi politik sejak tahun 98 hingga belakangan ini. Sejak pemilu Tahun 1999 sampai 2019, ternyata posisi Golkar senantiasa ada di tiga besar. Jadi Golkar nomor dua pada Pemilu 1999. Nomor satu di Pemilu 2004. Nomor dua di Pemilu 2009. Nomor dua lagi di Pemilu 2014 dan 2019," tutupnya.
Siti pun melihat sejak era reformasi 98 hingga beberapa tahun ke belakang, Golkar mampu merespons kepentingan publik yang disinergikan dengan kepentingan politik partai. Sehingga, Golkar dapat bertahan di tiga besar pada kontestasi politik mulai 1999-2019.
"Golkar salah satu partai yang cukup cermat, lincah, dan tangkas dalam merespons aspirasi maupun kepentingan publik. Untuk disinergikan dengan kepentingan politik partai Golkar sehingga sinergi dan kolaborasi itu senantiasa terjaga," jelasnya.
"Itu yang coba saya lihat dinamika di Golkar sebagai organisasi politik sejak tahun 98 hingga belakangan ini. Sejak pemilu Tahun 1999 sampai 2019, ternyata posisi Golkar senantiasa ada di tiga besar. Jadi Golkar nomor dua pada Pemilu 1999. Nomor satu di Pemilu 2004. Nomor dua di Pemilu 2009. Nomor dua lagi di Pemilu 2014 dan 2019," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :