Tampil di Unnes, Ketua DPD RI: Jangan Lahirkan Nilai Kebangsaan Semu

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 18:15 WIB
loading...
Tampil di Unnes, Ketua...
Sejumlah persoalan diangkat Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat tampil di hadapan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu (9/10/2021).
A A A
JAKARTA - Sejumlah persoalan diangkat Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat tampil di hadapan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) , Sabtu (9/10/2021). Senator asal Jawa Timur ini membahas masalah kebangsaan hingga pentingnya melakukan amendemen Konstitusi.

"Saya senang dan bangga, kampus dan para mahasiswa masih mau membicarakan salah satu persoalan fundamental bangsa ini, yaitu nilai kebangsaan dan kebhinekaan," tuturnya dalam kegiatan yang mengangkat tema 'Aktualisasi Nilai Kebangsaan dalam Merajut Kebhinekaan' tersebut.

LaNyalla menjelaskan, nilai kebangsaan dan kebinekaan mulai luntur belakangan ini. "Bahkan, berubah makna dan fungsi. Dan hanya menjadi jargon politik semata. Padahal nilai-nilai kebangsaan penting untuk dibumikan. Karena, nilai-nilai kebangsaan adalah jati diri bangsa, sekaligus benang merah untuk melihat sejarah lahirnya bangsa dan negara ini," katanya.

Baca juga: LaNyalla Bangga Jatim Sukses Sapu Bersih Emas Tenis PON XX Papua

Dia menegaskan, jika nilai-nilai dari Pancasila telah berubah makna atau sudah tidak sejalan dengan bunyi Pasal-Pasal dalam Undang-Undang Dasar yang telah mengalami empat kali perubahan di tahun 1999 hingga 2002, yang terjadi hanyalah nilai kebangsaan semu.

"Kebangsaan semu akan terjadi bila kebinekaan hanya diwujudkan dengan keberagaman yang semu melalui acara-acara seremonial. Dan ini adalah nilai kebangsaan yang palsu. Yang hanya sebatas etalase dan jargon," katanya.

LaNyalla menjelaskan, Pancasila memang karya luhur para pendiri bangsa yang luar biasa. "Saya akui itu. Oleh karena itu, kita bersyukur bahwa bangsa ini telah bersepakat untuk tidak mengubah isi Pembukaan Undang-Undang Dasar, yang di dalamnya terkandung Pancasila. Saya sering katakan di beberapa kesempatan, bahwa bila Pancasila kita terapkan dengan benar dan konsekuen, maka negara ini akan menjadi negara yang besar. Karena memang Pancasila adalah way of life yang paling tepat dan sesuai dengan DNA bangsa Indonesia," urainya.

Tetapi sebaliknya, sambung LaNyalla, bila Pancasila hanya dibacakan saja di upacara dan peringatan hari kelahiran Pancasila, tanpa dibumikan, maka ibarat raga tanpa jiwa, Pancasila akan menjadi zombie alias walking dead.

"Apalagi jika kita lihat dan cermati isi amandemen Konstitusi yang terjadi di tahun 1999 hingga 2002 silam, dimana kita telah mengubah banyak pasal, yang nyaris tidak nyambung lagi dengan nilai-nilai dan butir-butir Pancasila sebagai ideologi bangsa," katanya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, sejak Amandemen tersebut, Indonesia seolah melepaskan diri dari DNA Asli Bangsa ini. Karena suara atau pendapat hanya dihitung sebagai angka melalui voting di Parlemen dan Pemilu. Bukan lagi ditimbang pikirannya.

"Masalahnya, kita seolah tidak punya lagi ruang untuk musyawarah. Karena hanya akan berakhir dengan perdebatan dandeadlock. Bahkan bisa berujung ke pengadilan," jelasnya.

Alumni Universitas Brawijaya itu mengatakan, DPD RI akan mendapatkan dorongan energi, bila mahasiswa Indonesia, menjadikan agenda amendemen Konstitusi sebagai momentum yang sama. Yaitu, momentum untuk melakukan koreksi atas arah perjalanan bangsa. Menurutnya, di sinilah gerakan strategis dan taktis dari mahasiswa dibutuhkan oleh bangsa.

"Karena itulah, saya sering datang ke kampus-kampus untuk menggugah kesadaran publik. Untuk memantik pemikiran kaum terdidik dan para cendekiawan agar terbangun dalam suasana kebatinan yang sama, yaitu untuk memikirkan bagaimana Indonesia ke depan lebih baik. Agar Indonesia bisa menjadi negara seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini. Bukan negara dengan mazhab kapitalisme liberal," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sultan: Penghargaan...
Sultan: Penghargaan untuk Ibunda Bayu Satria Dorong Penguatan Gerakan Inklusi Nasional
Ketua DPD RI Usulkan...
Ketua DPD RI Usulkan 9 November sebagai Green Democracy Day
Gelar Fun Walk Green...
Gelar Fun Walk Green Democracy, Ketua DPD: Parlemen Akan Banyak Bersidang di Ruang Terbuka
Ketua DPD: 1 Tahun Pemerintahan...
Ketua DPD: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Tunjukkan Kepemimpinan Kuat dan Transformatif
Genap 21 Tahun, DPD...
Genap 21 Tahun, DPD RI Kantongi 75 Persen Kepercayaan Publik
Sultan Najamudin Tegaskan...
Sultan Najamudin Tegaskan Perjuangan Ekologis sebagai Martabat Bangsa
Gali Ide Inovatif Gen-Z,...
Gali Ide Inovatif Gen-Z, Pegadaian Semarang Luncurkan Business Case Competition 2026 di UNNES
Segini Biaya Kuliah...
Segini Biaya Kuliah Unnes Semua Jurusan Per Semester 2026
Unnes Buka Lowongan...
Unnes Buka Lowongan Dosen dan Tendik 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
Rekomendasi
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Berita Terkini
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved