Muzani Sebut Bantuan Uang Tunai Dorong Daya Beli Warga Terdampak Corona
Senin, 01 Juni 2020 - 15:28 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, bantuan uang tunai bisa mendorong daya beli masyarakat yang berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tren kasus virus Corona (Covid-19) di Indonesia masih terus meningkat, hingga kini belum ada tanda-tanda penurunan kurva kasus positif. Akibatnya, banyak kalangan yang merasa khawatir dengan kondisi ini.
Kekhawatiran juga dirasakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Pasalnya, seiring dengan berkepanjangannya status bencana nasional pandemi Covid-19 seluruh sektor bisnis terpuruk. Sementara, negara membutuhkan anggaran yang besar, baik dalam penanggulangan bencana ataupun penyaluran bantuan kepada seluruh masyarakat yang terdampak pandemi. "Penyelesaian Covid-19 sampai sekarang belum ada tanda-tanda melandai dan penyelesaian saudara-saudara kita yang terkena dampak sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19 juga semakin hari semakin banyak," ungkap Ahmad Muzani, Senin (1/6/2020).
Diakuinya, persoalan ini memang rumit dan butuh kesabaran yang panjang serta stamina yang kuat. Di sisi lain, untuk mengatasi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, menguras APBN bahkan menghentikan sektor-sektor produksi sampai memicu terjadinya gelombang PHK di mana-mana. Terkait hal tersebut, Partai Gerindra berharap situasi ini tidak membuat pemerintah kehilangan kesabaran. Dirinya berharap pemerintah tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan. Begitu juga dengan masyarakat. Sebab, dampak negatif pandemi bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga dirasakan masyarakat di seluruh dunia.
"Memang menghadapi masalah Corona ini menguras ekonomi yang sangat banyak, menguras uang negara yang tidak sedikit. Akibatnya, kemudian uang negara menjadi begitu banyak digunakan menanggulangi dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi," ungkapnya. (Baca juga: DPR Minta Kemendes Percepat Penyaluran BLT Dana Desa)
Muzani menegaskan, Partai Gerindra akan terus berjuang agar masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi dapat bantuan dari pemerintah hingga Desember. ”Pemerintah kini mengalami kesulitan keuangan, bersamaan dengan kewajiban untuk mengatasi masalah ekonomi dan sosial imbas pandemic,” ucapnya.
Kekhawatiran juga dirasakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Pasalnya, seiring dengan berkepanjangannya status bencana nasional pandemi Covid-19 seluruh sektor bisnis terpuruk. Sementara, negara membutuhkan anggaran yang besar, baik dalam penanggulangan bencana ataupun penyaluran bantuan kepada seluruh masyarakat yang terdampak pandemi. "Penyelesaian Covid-19 sampai sekarang belum ada tanda-tanda melandai dan penyelesaian saudara-saudara kita yang terkena dampak sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19 juga semakin hari semakin banyak," ungkap Ahmad Muzani, Senin (1/6/2020).
Diakuinya, persoalan ini memang rumit dan butuh kesabaran yang panjang serta stamina yang kuat. Di sisi lain, untuk mengatasi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, menguras APBN bahkan menghentikan sektor-sektor produksi sampai memicu terjadinya gelombang PHK di mana-mana. Terkait hal tersebut, Partai Gerindra berharap situasi ini tidak membuat pemerintah kehilangan kesabaran. Dirinya berharap pemerintah tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan. Begitu juga dengan masyarakat. Sebab, dampak negatif pandemi bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga dirasakan masyarakat di seluruh dunia.
"Memang menghadapi masalah Corona ini menguras ekonomi yang sangat banyak, menguras uang negara yang tidak sedikit. Akibatnya, kemudian uang negara menjadi begitu banyak digunakan menanggulangi dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi," ungkapnya. (Baca juga: DPR Minta Kemendes Percepat Penyaluran BLT Dana Desa)
Muzani menegaskan, Partai Gerindra akan terus berjuang agar masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi dapat bantuan dari pemerintah hingga Desember. ”Pemerintah kini mengalami kesulitan keuangan, bersamaan dengan kewajiban untuk mengatasi masalah ekonomi dan sosial imbas pandemic,” ucapnya.
Lihat Juga :