Sistem Ganjil Genap di Kawasan Wisata Segera Diterapkan Secara Nasional

loading...
Sistem Ganjil Genap di Kawasan Wisata Segera Diterapkan Secara Nasional
Sistem ganjil genap di kawasan wisata selama PPKM berlevel, segera diterapkan secara nasional. Foto: SINDOnews/Dok
JAKARTA - Sistem ganjil genap di kawasan wisata selama PPKM berlevel, segera diterapkan secara nasional. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sedang mempersiapkan peraturannya.

Menhub mengatakan, penerapan kebijakan ganjil genap di kawasan wisata dilakukan untuk mencegah terjadinya kepadatan. Hal itu guna menekan penyebaran Covid-19 yang kini semakin melandai.

Baca juga: Pemprov DKI Bakal Terapkan Ganjil Genap di Akses Jalan Sekitar Kawasan Wisata

"Sesuai dengan terbitnya Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021 di poin 5, bahwa untuk daerah PPKM level 3, kawasan wisata sudah dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan, serta harus ada pemberlakuan ganjil-genap di jalan-jalan menuju kawasan wisata mulai Jumat pukul 12.00 hingga Minggu pukul 18.00,” ujar Menhub seperti dilansir laman resmi Kementerian Perhubungan, Minggu (19/9/2021).



Menhub menilai aturan ganjil genap cukup efektif membatasi aktivitas masyarakat. Hal itu terlhat saat dirinya meninjau penerapan kebijakan ganjil-genap bersama dengan Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Simpang Gadog, Puncak, Jawa Barat.

Baca juga: Menggembirakan, Positivity Rate Covid-19 Tembus Angka 1,67%

Kemacetan yang terjadi di kawasan Puncak telah menjadi sorotan dalam tiga pekan terakhir. Hal itu dikarenakan Puncak sebagai salah satu daerah yang menjadi favorit mayarakat di sekitar Jabodetabek untuk menghabiskan waktu berlibur, termasuk ke banyak tempat wisata di sekitarnya.

"Saya sampaikan kepada Pak Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, supaya Puncak itu tidak hanya berita macet saja, bagaimana ini bisa jadi tidak macet lagi. Kami mohon kepada Polri untuk mengawal apa yang menjadi kebijakan dari Inmendagri maupun Peraturan dari Kemenhub. Saya minta Pemda juga koperatif menindaklanjuti kebijakan ini," kat Menhub.

Lebih lanjut, Menhub menyampaikan bahwa kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia sudah menjadi salah satu yang paling baik di Asia. Sehingga perlu dijaga, jangan sampai euforia penurunan angka kasus positif Covid-19 ini membuat lengah.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top