Aktivis Gender Sebut Praktik Feminisme Sudah Ada di Zaman Nabi

Minggu, 19 September 2021 - 08:31 WIB
loading...
Aktivis Gender Sebut...
Aktivis gender, Nina Nurmila menyebut bahwa praktik feminisme telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Aktivis gender, Nina Nurmila menyebut bahwa praktik feminisme telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Hal itu bisa dilihat dari ajaran Rasulullah terkait keadilan, termasuk keadilan antara laki-laki dan perempuan.

"Hanya, feminisme ini banyak disalahpahami dan dianggap sesuatu yang sangat negatif tanpa didasari pengetahuan yang cukup," kata Nina seperti dikutip dari laman resmi NU, Minggu (19/09/2021).

Nina menjelaskan, sebagaimana tertulis dalam buku Feminisme Islam: Genealogi, Tantangan, dan Prospek di Indonesia karya Etin Anwar, definisi feminisme adalah kesadaran terhadap adanya penindasan dan perendahan terhadap perempuan karena jenis kelamin mereka, upaya untuk mengeliminasi penindasan atau subordinasi, serta untuk mencapai kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan.

Baca juga: 9 Istilah dalam Feminisme yang Perlu Kamu Tahu

Islam yang dibawa oleh Rasulullah juga mengajarkan pentingnya keadilan, termasuk keadilan antara laki-laki dan perempuan. "Konsekuensi nilai keadilan itu tercermin dalam penolakan Islam terhadap tradisi bangsa Arab dahulu yang mengubur hidup-hidup anak perempuan ketika baru lahir," katanya.

Dasar pengingkaran tradisi bangsa Arab Jahiliyyah disinggung dalam Alquran surat An-Nahl ayat 59, "Ingatlah, alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu". "Ini merupakan praktik feminisme, hanya saja belum diistilahkan saat itu," ujar Nina.

Praktik feminisme lainnya yakni masalah waris. Ia menjelaskan pada masa Arab Jahiliyyah, perempuan dianggap sebagai sesuatu yang bisa diwariskan. Namuan ketika Islam datang, perempuan tidak hanya bisa menerima waris, juga dapat memberi harta waris. "Ini merupakan reformasi yang sangat progresif pada masanya," katanya.

Baca juga: Pengukuran Data Sangat Penting dalam Mendukung Kesetaraan Gender

Lalu praktik feminisme berikutnya adalah monogami. Nina mengatakan pada masa Arab Jahiliyah juga belum ada pembatasan memperistri. Ketika Islam datang, terjadi pembatasan dengan maksimal empat istri.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 3, "Maka nikahilah perempuan-perempuan yang kalian sukai, dua, tiga, atau empat". "Ayat ini pun masih dibaca setengah-setengah oleh beberapa kalangan. Mereka mengabaikan fawaakhidatan (satu perempuan)," katanya.

Widya Michella
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Momen Womens Inspiration...
Momen Women's Inspiration Awards 2026, Wamendag Ungkap Peran Perempuan Bagi Perekonomian Nasional
Momen Womens Inspiration...
Momen Women's Inspiration Awards 2026, Wamenkraf Serukan Ruang Setara bagi Perempuan untuk Berkreasi
Di Womens Inspiration...
Di Women's Inspiration Awards 2026, Wamenpar Bagi Cerita Perempuan Hebat Penggerak Pariwisata
Anggota DPR: Kecelakaan...
Anggota DPR: Kecelakaan Kereta di Bekasi Harus Jadi Titik Balik Keselamatan Perempuan
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
BPDP Gelar Sosialisasi...
BPDP Gelar Sosialisasi Beasiswa Sawit demi Pengarusutamaan Gender di Papua Barat Daya
Pendampingan PNM Berperan...
Pendampingan PNM Berperan Majukan Usaha Ibu-ibu Prasejahtera dari Sabang-Merauke
Rekomendasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Berita Terkini
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved