Indonesia-Afghanistan Kerjasama Lindungi Perempuan dan Anak di Tengah Konflik
Selasa, 14 September 2021 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
“Menggunakan Islam Wasathiyah dengan berada selalu di tengah, bersikap seimbang, adil, toleransi, inklusif dan akomodatif yang telah mengakar di Indonesia. Masa depan Islam adalah Islam Wasathiyah ini bukan yang keras dan intoleran. Oleh karenanya, menjadi tanggung jawab kita semua untuk menyebarkannya,” ungkap Azyumardi
Baca juga: Dunia Sambut Seruan PBB untuk Bantu Afghanistan
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang turut hadir menerangkan, Islam mengajarkan bahwa perempuan merupakan calon ibu dari anak-anak bangsa. Maka peran domestik dan peran publik seorang perempuan harus secara adil dan berimbang diterapkan serta bukan untuk dibedakan, apalagi saling dibenturkan.
Lukman juga berharap agar pemerintah Taliban dapat mendasarkan diri pada nilai-nilai Islam dalam menjalankan pemerintahannya betul-betul mampu menangkap inti pokok ajaran Islam untuk melindungi harkat dan martabat perempuan.
Perwakilan Sekolah Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia, Margaretha Hanita memaparkan harapannya kepada pemerintah RI sebagai bagain dari komunitas internasional untuk dapat berperan aktif melindungi perempuan dan anak sebagai upaya mewujudkan perdamaian dunia. Karena melindungi perempuan adalah bagain dari melindungi kehidupan dan melindungi anak adalah upaya melindungi masa depan.
Baca juga: Dunia Sambut Seruan PBB untuk Bantu Afghanistan
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang turut hadir menerangkan, Islam mengajarkan bahwa perempuan merupakan calon ibu dari anak-anak bangsa. Maka peran domestik dan peran publik seorang perempuan harus secara adil dan berimbang diterapkan serta bukan untuk dibedakan, apalagi saling dibenturkan.
Lukman juga berharap agar pemerintah Taliban dapat mendasarkan diri pada nilai-nilai Islam dalam menjalankan pemerintahannya betul-betul mampu menangkap inti pokok ajaran Islam untuk melindungi harkat dan martabat perempuan.
Perwakilan Sekolah Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia, Margaretha Hanita memaparkan harapannya kepada pemerintah RI sebagai bagain dari komunitas internasional untuk dapat berperan aktif melindungi perempuan dan anak sebagai upaya mewujudkan perdamaian dunia. Karena melindungi perempuan adalah bagain dari melindungi kehidupan dan melindungi anak adalah upaya melindungi masa depan.
(muh)
Lihat Juga :