Pasca-Taliban Berkuasa, Indonesia Dinilai Perlu Perhatikan Situasi di Kawasan

Jum'at, 10 September 2021 - 19:09 WIB
loading...
A A A
Dengan mengetahui dua alasan utama yang membuat AS menarik pasukannya dari Afghanistan, perlu bagi Indonesia untuk mengetahui implikasinya.

"Kalau Amerika sekarang akan fokus ke China, sedangkan kita bisa mengerti, perang supremasi ini akan menjadi pemicu utama di balik semua peristiwa geopolitik penting, yang akan terjadi di masa yang akan datang. Saya kira, yang perlu kita antisipasi nanti di kawasan kita," terangnya.

Poin itu kata Anis penting sekali, karena Wakil Presiden AS, Kemala Harris pada 22 Agustus 2021, melakukan kunjungan ke Singapura untuk mengkonfirmasi kembali seluruh sekutu-sekutunya di kawasan Asia. Walaupun sebetulnya sekutu-sekutu di kawasan sebelumnya sudah ada.

"Itu cara Amerika membuat pengelompokan. Jadi peralihan pada fokus ke China ini, pasti akan mempunyai dampak kepada kita di Indonesia," ujarnya.

Sementara Pengamat Politik dan Kajian Timur Tengah Ramdansyah mengatakan, bicara tentang kekuasaan pasti ada perlawanan. Rumusnya memang seperti itu, ketika bicara kuasa, maka ada kontranya, yaitu kontra kuasa.

"Benar enggak sih, Taliban ini sebuah negara teroris seperti yang disangka oleh Amerika. Ini yang kemudian. Kita, tidak perlu terjebak pada itu semua. Apalagi kalau kita bicara seperti suku Maya yang dia bilang be on of history," jelasnya.

"Mau demokrasi liberal hari ini. Maupun kapitalismenya bagian akhir dari sejarah. Komunis sosialis. Kemudian islam dengan isme lainnya. Islamisme merupakan sebuah tesis anti tesis yang sudah berakhir. Yang sekarang disebut demokrasi adalah demokrasi liberal yang Amerika sebagai komandannya," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Pemerintah Tunda Kirim...
Pemerintah Tunda Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, DPR: Langkah Diplomatis Realistis
Jusuf Kalla Bersama...
Jusuf Kalla Bersama Dubes Iran Bahas Situasi Terkini dan Peluang Mediasi Indonesia
Efek Konflik Timur Tengah,...
Efek Konflik Timur Tengah, KJRI Kawal Ketat Kepulangan 10.000 Jemaah
Perang Israel-AS dengan...
Perang Israel-AS dengan Iran, Maarif Institute Desak Pemerintah Lakukan Diplomasi Perdamaian
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Berita Terkini
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved