Menko PMK Sebut Penyaluran Bansos di Tapal Batas Indonesia-PNG Lancar
Jum'at, 10 September 2021 - 06:50 WIB
loading...
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut penyaluran bansos di tapal batas Indonesia-PNG berjalan lancar. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Keroom, Provinsi Papua, Kamis (9/9/2021). Daerah tersebut merupakan wilayah tapal batas negeri antara Indonesia dengan Papua Nugini.
Pada kunjungan kerja itu, Menko PMK memastikan bantuan sosial (Bansos) yang diberikan pemerintah pusat diterima dengan baik oleh masyarakat hingga ke perbatasan. "Saya ditemani Bapak Bupati, Pak Kapolsek, Pak Sekda melakukan uji petik di wilayah Papua khususnya Kabupaten Keroom untuk mengetahui distribusi dan mata rantai bantuan-bantuan sosial yang ada di lapangan," ujar Menko PMK dikutip dari keterangan tertulis resmi.
Muhadjir menyebut berdasarkan hasil pantauan dan laporan penyaluran bansos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah di atas 90%. Akan tetapi, untuk dana desa masih relatif rendah di bawah 70%. Sedangkan, pemanfaatan Kartu Sembako dan PKH diketahui sudah cukup memadai. Baca juga: Menko PMK Ingatkan agar Pembagian Bansos Tepat Sasaran
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat menukarkan manfaat dari program bansos itu dengan membeli kebutuhan pokok di e-warong yang tersedia. "Penyaluran sudah sangat bagus, hanya saya imbau kepada KPM terutama laki-laki jangan dipakai buat beli rokok karena di sini penyandang ISPA tinggi dan salah satu penyebabnya adalah rokok. Jangan sampai bansos dipakai untuk beli rokok," tegasnya.
Selain mengecek bansos, Menko PMK juga meninjau rumah-rumah warga di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Keroom. Banyak rumah yang bangunannya tidak layak huni dan perlu dibantu sehingga nanti akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR, Kemensos, dan pemerintah daerah. Baca juga: Menko Muhadjir Sebut Penyaluran Bansos Tak Merata karena Data Tak Lengkap
Pada kunjungan kerja itu, Menko PMK memastikan bantuan sosial (Bansos) yang diberikan pemerintah pusat diterima dengan baik oleh masyarakat hingga ke perbatasan. "Saya ditemani Bapak Bupati, Pak Kapolsek, Pak Sekda melakukan uji petik di wilayah Papua khususnya Kabupaten Keroom untuk mengetahui distribusi dan mata rantai bantuan-bantuan sosial yang ada di lapangan," ujar Menko PMK dikutip dari keterangan tertulis resmi.
Muhadjir menyebut berdasarkan hasil pantauan dan laporan penyaluran bansos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah di atas 90%. Akan tetapi, untuk dana desa masih relatif rendah di bawah 70%. Sedangkan, pemanfaatan Kartu Sembako dan PKH diketahui sudah cukup memadai. Baca juga: Menko PMK Ingatkan agar Pembagian Bansos Tepat Sasaran
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat menukarkan manfaat dari program bansos itu dengan membeli kebutuhan pokok di e-warong yang tersedia. "Penyaluran sudah sangat bagus, hanya saya imbau kepada KPM terutama laki-laki jangan dipakai buat beli rokok karena di sini penyandang ISPA tinggi dan salah satu penyebabnya adalah rokok. Jangan sampai bansos dipakai untuk beli rokok," tegasnya.
Selain mengecek bansos, Menko PMK juga meninjau rumah-rumah warga di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Keroom. Banyak rumah yang bangunannya tidak layak huni dan perlu dibantu sehingga nanti akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR, Kemensos, dan pemerintah daerah. Baca juga: Menko Muhadjir Sebut Penyaluran Bansos Tak Merata karena Data Tak Lengkap
Lihat Juga :