JK Ungkap Alasan Undang Taliban ke Indonesia: Untuk Melihat Islam yang Moderat

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 20:01 WIB
loading...
JK Ungkap Alasan Undang...
Mantan Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla mengungkapkan alasan dirinya pernah mengundang pihak Taliban ke Indonesia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan alasan dirinya pernah mengundang pihak Taliban ke Indonesia. Dia mengaku bahwa alasannya adalah untuk menunjukkan Islam moderat yang tumbuh di Indonesia.

“Kenapa kami undang ke Indonesia? Dua kali, tiga kali Taliban itu. Untuk melihat Islam juga dapat tumbuh dengan cara moderat, dapat dijalankan secara baik dan damai. Karena itu saya undang untuk melihat pesantren di sekitar Jakarta. Melihat masjid-masjid kita,” ujarnya dalam diskusi publik yang bertema Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Peran Indonesia, Sabtu (21/8/2021). Baca juga: AS Habiskan Rp30.000 Triliun Lawan Taliban, JK: 12 Tahun Anggaran Kita

Seperti diketahui undangan JK kepada kelompok Taliban saat dirinya menjabat sebagai Wapres merupakan upaya untuk mewujudkan Afghanistan yang damai. “Dan kemudian mereka saya undang ke Indonesia, datang lah mereka kita berunding di Jakarta. Dan mereka setuju sebenarnya prinsip perdamaian. Tapi yang tidak setuju adalah perang dengan AS. Mereka akan lanjutkan (perang) selama AS ada di situ,” ungkapnya.

JK pun bercerita bahwa bukan hal yang mudah. Hal ini mengingat bahwa Taliban dilabeli sebagai kelompok teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada waktu itu JK meminta Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengatur hal tersebut.

Hal ini mengingat Indonesia saat itu masuk dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. "Untuk mengundang mereka saja kita harus lewat PBB. Bagaimana mereka cap terorisnya kita hilangkan di Dewan Keamanan. Saya berterima kasih kepada Menlu dan juga wakil kita di PBB sehingga berhasil memberikan kebebasan kepada Mullah Baradar (Taliban) misalnya itu hanya enam bulan supaya bisa berkunjung ke Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, negara pertama pihak Taliban kunjungi selain Pakistan dan Afganistan adalah Indonesia. Baca juga: Hakim Afghanistan: Taliban Bakar Wanita karena Masakannya Buruk

“(Mereka) Senang dengan partisipasi Indonesia karena tidak ada negara lain yang berani mengundang mereka,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Eks Waketum Projo Sebut...
Eks Waketum Projo Sebut Jokowi dan PSI Akan Babak Belur usai Serang JK Pakai Isu SARA
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
Pengacara GAMKI Tegaskan...
Pengacara GAMKI Tegaskan Laporan Terhadap JK Bukan Berniat Menghukum
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Rekomendasi
Kemudahan Pembayaran...
Kemudahan Pembayaran Kebutuhan Liburan dengan Cicilan 0%
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Larissa Chou Gugat Cerai...
Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi, Akhiri Pernikahan yang Dibina Sejak 2023
Berita Terkini
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Jokowi Pakai Baju dan...
Jokowi Pakai Baju dan Topi Logo PSI Mulai Blusukan ke Lampung
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Mutasi Polri Terbaru!...
Mutasi Polri Terbaru! 1.121 Personel Digeser, Ada Kapolda hingga Wakapolda
Breaking News! Razman...
Breaking News! Razman Arif Nasution Dijebloskan di Lapas Cipinang!
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved