Puan Maharani Digadang-gadang Jadi Capres, Begini Tanggapan Pengamat
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Dengan alasan itu pula, Jokowi memasukkannya dalam kabinet kerja sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia untuk periode 2014-2019 dan menjadi perempuan pertama dan termuda yang pernah menjabat sebagai menteri koordinator.
Saat itu, Puan gencar mewujudkan ide dan gagasannya dengan mempromosikan budaya Indonesia yang bergotong royong, menjaga keutuhan tenun kebangsaan dalam Bhineka Tunggal Ika, serta mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu dibungkus dalam satu gerakan nasional yang disebut revolusi mental yang masih diteruskan oleh Jokowi hingga saat ini.
Tak hanya itu, ia membangun koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan terhadap Kementerian/Lembaga yang berada di bawah garis tanggung jawabnya. Puan memfokuskan diri pada ruang lingkup pendidikan untuk masyarakat sebagai proses pemberdayaan untuk membangun manusia dan kebudayaan Indonesia.
Di sisi lain, lanjut Reza, Puan telah memberikan sentuhan yang berbeda dalam memandang tantangan-tantangan bangsa. Dengan pengalaman authentic yang pernah dialaminya sendiri, atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan etika kepedulian (ethic of care).
Di sinilah pentingnya kehadiran perempuan berdaya untuk memperlihatkan kekuatan pikiran-pikiran yang hanya bersumber dari pengalaman otentik perempuan.
Selain itu menilik dari garis keturunan yang merupakan cucu proklamator kemerdekaan dan anak kandung dari presiden perempuan pertama Indonesia, Puan seolah memang terlahir untuk menjadi pemimpin perempuan masa depan.
Meski demikian, kehadiran Puan dalam dunia politik tak jarang menimbulkan gejolak, kritikan-kritikan yang cukup tajam seringkali dialamatkan padanya dijawab dengan kinerja dan prestasi.
Saat itu, Puan gencar mewujudkan ide dan gagasannya dengan mempromosikan budaya Indonesia yang bergotong royong, menjaga keutuhan tenun kebangsaan dalam Bhineka Tunggal Ika, serta mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu dibungkus dalam satu gerakan nasional yang disebut revolusi mental yang masih diteruskan oleh Jokowi hingga saat ini.
Tak hanya itu, ia membangun koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan terhadap Kementerian/Lembaga yang berada di bawah garis tanggung jawabnya. Puan memfokuskan diri pada ruang lingkup pendidikan untuk masyarakat sebagai proses pemberdayaan untuk membangun manusia dan kebudayaan Indonesia.
Di sisi lain, lanjut Reza, Puan telah memberikan sentuhan yang berbeda dalam memandang tantangan-tantangan bangsa. Dengan pengalaman authentic yang pernah dialaminya sendiri, atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan etika kepedulian (ethic of care).
Di sinilah pentingnya kehadiran perempuan berdaya untuk memperlihatkan kekuatan pikiran-pikiran yang hanya bersumber dari pengalaman otentik perempuan.
Selain itu menilik dari garis keturunan yang merupakan cucu proklamator kemerdekaan dan anak kandung dari presiden perempuan pertama Indonesia, Puan seolah memang terlahir untuk menjadi pemimpin perempuan masa depan.
Meski demikian, kehadiran Puan dalam dunia politik tak jarang menimbulkan gejolak, kritikan-kritikan yang cukup tajam seringkali dialamatkan padanya dijawab dengan kinerja dan prestasi.
Lihat Juga :